Jumat, 06 September 2013

FIRMANTUHAN HARI INI JUMAT 6 SEPTEMBER 2013 KEINTIMAN DENGAN ALLAH MEMBUAT KITA TETAP SETIA DALAM SITUASI YANG SULIT

 MEMBACA, MERENUNGKAN DAN MELAKUKAN

  Ayub 29 : 1 – 25.

     Pertanyaan Renungan:






1.       Hal apakah yang diingat oleh Ayub ketika ia berada di dalam masa-masa sukar?

2.      Seandainya anda berada dalam posisi yang menderita seperti Ayub, apa reaksi anda?

Pengajaran:

Kita sangat kagum dengan hidup Ayub yang tetap setia kepada Allah walau ia berada dalam keadaan yang susah. Tubuhnya yang borok dan berbau bisa menjadi alasan  untuk tidak setia lagi kepada Tuhan. Tetapi mengapa ia tetap setia? Coba bayangkan, hanya dalam sekejab mata, semua anaknya mati, hartanya ludas, bahkan istrinya menyuruh dia untuk mengutuki Allah, tetapi ia tetap setia. Tetapi Ayub berkata, “Seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku,” (@4). Ayub pernah memiliki hubungan yang intim dengan Allah sejenak ia masih remaja. Ia sudah lama berjalan dan bersekutu dengan Allah, sehingga tidak mungkin ia goyah. Adalah mustahil untuk tetap setia kepada Tuhan di dalam keadaan yang sulit tanpa kekuatan dan pengalaman bersama Tuhan. Berapa banyak orang Kristen yang mundur dari pelayanan karena orang yang didoakan tidak sembuh? Anda tidak mungkin setia jika tak pernah intim dengan Tuhan. Kuncinya Cuma satu, intimlah dengan Allah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More