Senin, 31 Maret 2014

ARTIKEL ROHANI TANGAN YANG RAJIN

     Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya
      Amsal 10:4






     Sebagai orang percaya sudah seharusnya kita memiliki cara bekerja yang baik ditempat pekerjaan. Bukan menjadi pekerja yang bekerja dengan setengah-setengah (tidak melakukan tugas dengan baik). KEJADIAN 2:5 menyinggung mengenai hal bekerja (pekerjaan). Hal bekerja sebenarnya bukan merupakan suatu kutuk. Kemudian sepertinya menjadi kutuk setelah Adam berdosa. Ingat, apa yang Tuhan Allah katakan: bahwa manusia akan “bersusah payah (berpeluh) “ didalam bekerja. Padahal yang terkutuk adalah tanahnya bukan pekerjaannya.  Bekerja adalah hal yang penting yang ditekankan didalam Alkitab, maka janganlah pernah kita meremehkannya.      Mengenai pekerjaan, Amsal menyinggung tentang tangan orang rajin. Hal ini menunjukkan kepada pekerja yang tegas, yakin akan pendiriannya dan yang disiplin. Seorang pekerja yang rajin akan berkecukupan dan tentu juga akan memiliki peluang untuk naik kariernya, juga akan mengalami kepuasan dan sukacita didalam hidupnya.       Dunia ini sangat membutuhkan pekerja-pekerja yang rajin. Bukankah Allah majikan kita sejati? Oleh sebab itu kita perlu melakukan pekerjaan dengan spirit excellent demi hormat dan kemuliaan nama-Nya.      Begitu pentingnya menjadi pekerja yang rajin, karena dengan bekerja dengan rajin, seseorang akan berkenan kepada pemandangan Allah dan manusia. Selain itu seorang yang bekerja dengan rajin akan memiliki upah dari jerih lelahnya yaitu berkecukupan. Sebagai orang percaya marilah kita lebih lagi meningkatkan mutu pekerjaan kita dengan rajin. Sehingga nama Tuhan dipermuliakan melalui kerajinan kita dalam bekerja.

Rajin bekerja merupakan etos bekerja yang baik

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More