Jumat, 12 September 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI JUMAT 12 SEPTEMBER 2014 ROMA 8:35-39


     BERSERAH ATAU PASRAH

Pertanyaan Renungan:

1. Adakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah? (@ 35)

2. Kehidupan kita diumpamakan seperti apa ? (@ 36)

Pengajaran:


Kita sering menyamakan pengertian “PASRAH” dan “BERSERAH” saat berhadapan
dengan masalah dan menemui jalan buntu. Kadang, saat kita diam (tidak melakukan
apa-apa) kita berkata kita sedang berserah. Ada perbendaan mendasar antara pasrah
dan berserah. Pasrah adalah bentuk kepasifan, bagaikan orang yang membiarkan diri
hanyut terbawa arus sampai suatu ketika tersangkut entah dimana. Salahkah
menjadi pasrah? Jika kita hidup sekedar pasrah, kita takkan memiliki cukup
semangat untuk mengubah keadaan. Sedangkan berserah kepada Tuhan adalah ciri
seorang bermental pemenang, yang tetap berpikir optimis meski dalam kesulitan.
Untuk berserah kita butuh “iman”, tapi untuk pasrah kita butuh “rasa tak berdaya”.
Pikiran kitalah yang sering kali menghalangi kuasa Tuhan bekerja. Saat mengalami
masalah berat, pikiran sering kali membuat mental kita semakin jatuh. Akibatnya
kita hanya mampu melihat kondisi dari pandangan kita sendiri bukan dari kacamata
Firman Tuhan. Padahal Firman Tuhan mengatakan bahwa didalam segala kesulitan,
kita lebih dari daripada orang-orang yang menang. Halangan dan masalah sebesar
apapun tidak dapat memisahkan kita dari kasih-Nya. Itulah yang menjadikan kita
lebih dari pemenang. Bukan karena kesaktian kita sendiri, tetapi karena Kasih
Kristus yang menjaga, memelihara dan IA ada dalam kehidupan kita. Penderitaan
yang bertubi-tubi, kadang dapat membuat orang kecewa dan meninggalkan Tuhan.
Inilah pentingya kita menyadari siapa kita menurut Firman Tuhan. Menjadi
pemenang bukanlah mengikuti undian berhadiah dan selalu menang. Menjadi
pemenang adalah seperti atlit yang harus siap jatuh bangun bahkan siap kalah,
namun tak pernah menyerah. Demikian seharusnya kita menghadapi hidup. Meskipun
realita tampak berbeda, namun dengan mata iman kita tahu bahwa kita sedang
dalam proses menuju kemenangan. Kita tahu bahwa apapun yang terjadi, Kasih
Kristus takkan meninggalkan kita. Dengan pemahaman seperti itu kita akan bertahan
sampai akhir.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More