Sabtu, 13 September 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI SABTU 13 SEPTEMBER 2014 1KORINTUS 1:10-17


    Pertanyaan Renungan:

1. Apa nasehat Paulus terhadap jemaat Korintus? (@ 10)

2. Bagaimana supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia? (@ 17)

Pengajaran:


Pernah menonton pertandingan sepak bola di stadion? Saya pernah. Saat didalam,
ribuan penonton serempak bersorak. Kadang mereka diam dengan wajah tegang.
Lalu tiba-tiba bersorak lagi. Saat team kesayangannya berhasil mencetak gol,
beberapa orang tiba-tiba berpelukan atau menari sama-sama. Padahal kebanyakan
mereka tak saling kenal, tapi di stadion semua sehati dan sejiwa. Tapi anehnya,
begitu setelah pertandingan selesai, mereka kembali cuek satu sama lain. Saya
amati, beberapa jemaat gereja mirip penonton sepak bola di stadion itu. Banyak
orang dalam gereja bisa nyanyi dan berdoa sama-sama. Saat diminta bersalaman,
mereka tersenyum dan mengulurkan tangan. Mereka sehati sejiwa di rumah Tuhan.
Namun setelah ibadah selesai, tak sedikit dari mereka yang berebut keluar ke lahan
parkir agar bisa pulang paling dulu. Setelah keluar gereja mereka bahkan tidak
peduli satu sama lain. Yang lebih menggelikan, mereka bisa sama-sama ramah di
dalam gedung gereja. Tapi bisa marah dan ribut di tempat parkir. Kita bukan
sekedar penonton sepak bola yang disatukan hanya di dalam stadion atau gereja.
Kita adalah anggota tubuh Kristus yang disatukan dimanapun dan kapanpun juga. Di
dalam gereja kita disatukan dalam memuji dan menyembah Tuhan, namun di luar
gereja kita tetap disatukan sebagai jemaat yang mengasihi dan saling peduli satu
sama lain. Itulah hakikat gereja. Jika tidak, apa bedanya kita dengan suporter sepak
bola? Paulus menegur jemaat Korintus karena mereka bukan hanya tidak peduli,
tapi malah menyebabkan perpecahan di antara jemaat. Mereka berselisih karena
menganggap golongannya paling hebat dibandingkan dengan golongan yang lain.
Paulus mengingatkan kepada jemaat untuk seia sekata, bersatu dan sehati sepikir.
Bukan hanya didalam peribadatan saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Jangan sampai virus perpecahan dan ketidakpedulian masuk dalam gereja,
sebaliknya jadilah tubuh Kristus yang saling terhubung dan peduli satu sama lain.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More