Senin, 29 September 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI SENIN 29 SEPTEMBER 2014 KEJADIAN 1:26-28, MATIUS 6:33


  BUKTI PEMULIHAN

Pertanyaan Renungan:

1. Apa yang Allah rencanakan atas kita saat awal
penciptaan? @ 26-28)

2. Apa tolak ukur untuk mensyukuri karya-Nya yang
luar biasa atas hidup kita? (MAT 6:33).

Pengajaran:



Dalam sebuah persekutuan, dengan berapi-api seorang
berkata. “Pemulihan sedang terjadi di tempat ini.
Berkat Tuhan sungguh luar biasa bagi kota ini. Lihat
pembangunan gedung-gedung tinggi, semakin banyak
ruko dan mall didirikan, itu semua bukti pemulihan di
kota ini” Mendengar ungkapan itu, jujur saya kurang
sreg. Benarkah bahwa banyaknya bangunan gedung,
ruko dan mall yang semakin banyak didirikan di sebuah
kota adalah satu-satunya bukti adanya pemulihan dari
Tuhan? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus
menengok ke belakang, pada awal penciptaan manusia.
Apa tujuan manusia diciptakan? Benar bahwa manusia
diciptakan untuk beranak cucu, memenuhi bumi dan
berkuasa atasnya (KEJ 1:28). Namun ada tujuan yang
lebih utama dari sekedar membangun pernikahan dan
keluarga, beranak cucu dan mengelola bumi.
Pencapaian cita-cita, kedudukan, kekuasaan, kekayaan
dan kesuksesan bukanlah tujuan utama. Semua itu
hanyalah alat untuk mencapai tujuan yang utama, yaitu
“Memuliakan Allah” (1KOR 10:31). Tujuan
penciptaan menjadi kabur sejak manusia jatuh ke
dalam dosa. Tapi, hal itu kemudian dipulihkan melalui
pelayanan, kematian dan kebangkitan Kristus.
Dipulihkan di sini maksudnya, dikembalikan kepada
tujuan semula. Itu artinya pemulihan manusia tidak
bisa dilihat hanya dari seberapa kekayaan atau
kesuksesan secara materi yang ia miliki, tapi lebih
kepada, “Apakah gaya hidup seseorang itu yang
meneladani Kristus?” Jadi, adalah sangat keliru jika kita
menganggap Tuhan sampai rela turun ke dunia dan mati
dengan menderita, hanya demi memulihkan keadaan
kita secara jasmani saja. Lihatlah bagaimana Yesus menyembuhkan orang-orang yang
mengalami berbagai penyakit. IA selalu mulai dengan pemberesan di dalam diri
(rohani, motivasi dan pemikiran) mereka lebih dulu. IA mulai dengan pertanyaan
apakah mereka percaya pada-Nya, baru kemudian kesembuhan itu terjadi. Ingat!
Kita adalah manusia Kristus bukan manusia dunia. Maka, gunakan Kristus sebagai
tolok ukur pemulihan kita, bukan yang lain. Kalau kita berpijak pada kebenaran ini,
maka pemulihan total akan terjadi. Dimulai dari pemulihan hidup rohani kemudian
hidup jasmani.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More