Rabu, 05 November 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI RABU 5 NOVEMBER 2014 MARKUS 14:3–9, FILIPI 2:13


  WILLING HAERT

Pertanyaan Renungan:

1. Apa yang dilakukan oleh wanita Betania terhadap Yesus ketika Yesus sedang
makan di rumah Simon si kusta? (@ 3)

2. Apa yang Yesus katakan terhadap perempuan ini? (@ 9)

Pengajaran:


Setiap orang tentu memiliki tujuan yang berbeda dalam mengerjakan sesuatu.
Mayoritas orang berorientasi kepada upah. Karena sibuk mencari upahlah orang–
orang bekerja dengan giat sampai tidak mengenal waktu. Bahkan sering kita jumpai
banyak orang yang terlalu menuntut upah termasuk dalam melakukan pekerjaan
Tuhan. Namun hal ini tidak berlaku bagi Paulus. Sebagai pengijil, Paulus berbeda
dengan penginjil–penginjil lain di zamannya. Paulus mengerjakan pekerjaan Tuhan
tanpa memperhitungkan upah dalam pekerjaan itu (1KOR 9:18). Itulah yang
disebut dengan kerelaan (melakukan sesuatu tanpa menuntut
suatu imbalan). Teladan kerelaan juga dapat kita lihat dari kisah seorang wanita
yang mengurapi Tuhan Yesus. Ketika Yesus berada di Betania, datanglah seorang
wanita dengan membawa buli–buli pualam berisi minyak narwastu murni. Kemudian,
ia mencurahkan minyak itu dan mengurapi kepala Yesus. Tidak ada seorangpun yang menyuruh wanita itu untuk berbuat demikian, semua bersumber dari inisiatifnya
sendiri. Roh kerelaan membuat wanita ini berani membayar harga. Abraham
Lincoln mengatakan “ Nothing in this world is impossible to a willing heart “. Tidak
ada hal yang mustahil ketika kita memiliki kemauan. Willing Heart berbicara
tentang roh yang rela. Dalam MAZ 51:14, Raja Daud dengan khusus meminta
kepada Tuhan, “Bangkitkanlah kembali kepadaku kegirangan karena selamat yang
dari pada-Mu dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!“. Allah memberikan kepada
setiap anak–anak-Nya roh yang rela. Rela untuk dipakai sebagai alat Tuhan dan rela
untuk terus–menerus diperbaharui oleh Firman-Nya. Kerelaan bersumber dari Roh
Kudus yang hidup dalam kita. Ketika kita rindu untuk dipakai Tuhan, tentu kita akan
menyediakan segenap hati, pikiran dan hidup kita untuk menjadi alat-Nya.
Seseorang yang memiliki roh kerelaan akan mengerjakan suatu
pekerjaan dengan hati yang bersukacita tanpa bersungut–sungut.
Mari kita melayani Dia dengan hati yang rela.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More