Jumat, 09 Januari 2015

ARTIKEL ROHANI KRISTEN RUMAHKU, RUMAH TUHANKU


   “Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN,
         yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya”
                          (Mazmur 128:1)





Demi cintanya pada kekasihnya, ia rela mendaki gunung tertinggi, melintasi
padang gurun terluas, menyelami laut terdalam, menjelajahi hutan terlebat.
Tapi, kekasihnya justru minta putus. Mengapa? Karena ia tak kunjung datang.
Mungkin anda tersenyum mendengar kalimat humor diatas. Tapi sadarkah
anda, bahwa hal seperti itu sering terjadi dalam banyak keluarga, termasuk
keluarga Kristen? Kita memang mengasihi keluarga kita. Kita bisa berkata
bahwa keluarga yang terpenting. Bahwa membahagiakan dan
membanggakan keluarga adalah yang utama dan kita bekerja keras untuk hal
itu. Kadang kita melakukan hal-hal yang luar biasa untuk keluarga kita namun
sering kali lupa akan hal-hal sederhana tapi penting untuk mereka. Salah
satunya adalah masalah kerohanian keluarga. Kita bekerja keras supaya
kebutuhan keluarga tercukupi. Kita berusaha agar setiap anggota keluarga
bisa menjalankan perannya dengan baik, hubungan dengan istri atau suami
baik, segala impian mereka bisa tercapai, anak-anak tumbuh dengan baik
bahkan bisa berprestasi. Kita bahkan selalu berdoa untuk hal-hal tsb. Namun
sayang, seringkali kita lupa bahwa syarat mendapatkan semuanya itu adalah
takut akan Tuhan dan hidup menuruti jalan-Nya. Bukankah aneh jika ingin
berkat Tuhan turun atas keluarga kita tapi kita sendiri tidak pernah mengikut
sertakan DIA dalam keluarga kita, bahkan kita tidak memperkenalkan DIA
kepada anggota keluarga kita? Keluarga yang taat pada Firman-Nya adalah
dasar dari keluarga yang berhasil. Itulah janji Tuhan. Efesus 5:22-6:4 memuat
berbagai perintah mulai kepada suami, istri, orang tua, hingga anak - anak. Ini
adalah pedoman yang sangat jelas. Inti dari semua perintah disitu adalah
semua yang kita lakukan terhadap keluarga kita adalah untuk Tuhan. Jika kita
percaya bahwa Tuhanlah yang bisa memberkati rumah kita, jadikan rumah
kita rumah Tuhan, dimana Tuhan dan segala perintah-Nyalah yang menjadi
prioritas dan dasar segala tindakan, pikiran, sikap dan ucapan kita.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More