Kamis, 30 April 2015

ARTIKEL ROHANI TAK PERLU TAKUT LAGI


Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku
menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
                                           Kejadian 3:10






  Menurut penelitian, ketika seorang bayi lahir, maka bayi itu hanya memiliki dua
jenis ketakutan saja yaitu takut jatuh dan takut ketika mendengar suara-suara
yang keras. Sebenarnya itu ketakutan yang alami. Namun ketika bayi itu beranjak
besar dan akhirnya menjadi dewasa, maka ia kini memiliki ribuan jenis ketakutan!
Takut masa depan, takut miskin, takut sakit, takut gagal, takut sendiri, takut
dirampok, takut dicuri, takut berubah, takut dengan apa yang akan dikatakan orang
lain, takut pada ketinggianm dsb. Dengan kata lain, semakin manusia beranjak
dewasa maka semakin banyak hal yang membuatnya takut. Dimana asalnya
ketakutan? Kata “Takut” pertama kali muncul di Alkitab yaitu Kejadian 3:10,
“Ketika aku mendengar, bahwa engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut,
karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Bukankah sebelumnya manusia
bisa dekat-dekat dengan Tuhan tanpa merasa harus merasa takut? Namun
mengapa kini manusia takut ketika berjumpa dengan Tuhan? Karena dosa sudah
masuk dalam hidup mereka! Dosa melahirkan ketakutan! Lalu, apa maknanya bagi
kita? Kristus telah mati bagi kita supaya kita dibebaskan dari kuasa dosa. Jika dosa
sudah tidak berkuasa lagi atas hidup kita, berarti kita tidak perlu lagi hidup dalam
ketakutan demi ketakutan! Jika kita benar-benar percaya kepada Kristus, kita
tidak akan pernah mengizinkan ketakutan menguasai hidup kita lagi. Sebagai ganti
ketakutan, kita akan hidup dalam iman. Ketika kita percaya pada kasih Tuhan,
maka saat itu juga segala ketakutan akan pergi dari hidup kita. Ketika kita percaya
bahwa Bapa di surga tidak segan-segan memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi
kita, mungkinkah Dia menahan segala sesuatu bagi kita? Tentu saja tidak! Jika
Anak-Nya yang paling Dia kasihi saja diberikan bagi kita, bukankah Dia pasti
memberikan berkat-Nya, pemeliharaan-Nya, kesembuhan-Nya, penyertaan-Nya,
dan semua pemberian terbaik bagi kita? Jika Tuhan sudah mengaruniakan
segalanya bagi kita, apa lagi yang perlu kita takutkan dalam hidup ini?

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More