Rabu, 22 April 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI RABU 22 APRIL 2015 MARKUS 4:35-41, AMSAL 16:20


  APAKAH KITA PERCAYA
RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:
1. ...................................................................................................
2. ..................................................................................................
Pengajaran:


Seorang anak yang baru mulai lancar berjalan diletakkan ayahnya di atas suatu
tangga yang tinggi. Anak itu diyakinkan ayahnya apabila ia meloncat, sang ayah akan
menangkapnya. Tanpa bimbang anak itu segera melompat ke pangkuan ayahnya.
Karena tidak merasa takut sama sekali, ia kemudian malakukannya berkali-kali. Sang
ayah terheran-heran dan merasa puas atas keberanian dari putrinya. Seandainya ia
bergerak selangkah saja ke samping saat putrinya melompat, kemungkinan anak itu akan cidera, barangkali menjadi lebih parah. Tetapi anak itu tidak memikirkan
kemugkinan tersebut, justru berharap sepenuhnya kepada sang ayah. Apa yang
dapat kita pelajari dari hal ini. Pertama, putrinya yakin bahwa sang ayah sanggup
menangkapnya. Ia cukup kuat menangkap badannya yang kecil itu dengan mudah
sebelum sampai ke tanah. Bukankah ia telah menyaksikan ayahnya sanggup
mengangkat perabot yang berat. Bukankah ayahnya telah mengangkat ke atas
kepalanya agar ia dapat mencapai loteng. Anak itu percaya bahwa ayahnya dapat
melakukan hampir segala sesuatu. Kedua, ia menyadari bahwa ayahnya sangat
mengasihinya. Ia tahu bahwa ayahnya tidak akan membiarkannya. Ia tahu bahwa
ayahnya sangat memperhatikannya sehingga akan berusaha menghindarkannya dari
bahaya. Tidak salah jika dalam sebuah kesempatan Tuhan Yesus pernah
menyuruh kita untuk belajar dari seorang anak kecil. Seorang anak kecil tidak
pernah menjadi takut atau kuatir dengan keadaan yang bisa saja membahayakan
dirinya. Alasannya, karena disampingnya ada seseorang yang selalu siap untuk
menolong dan melindunginya. Sampai di manakah kepercayaan kita kepada Tuhan?
Jika rasa percaya kita kepada Tuhan seperti demikian, tentu setiap perasaan takut
dan kuatir dalam hidup ini dapat kita kalahkan. Firman-Nya berkata, bahwa kita
disebut sebagai orang-orang berbahagia, karena kita percaya kepada Tuhan. Bangun
terus rasa percaya itu, karena hidup kita disertai Tuhan. Dia sangat mengasihi kita
dan tangan-Nya selalu menopang hidup kita. Setiap orang tentu akan mengalami
proses pengujian kepercayaan kepada Tuhan. Badai, topan, dan ganasnya ombak
kehidupan akan menunjukkan apakah kita seorang yang tetap percaya kepada Tuhan
atau tidak. Seperti Tuhan telah menegur murid-murid-Nya saat itu, hari ini Dia juga
berkata, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More