Rabu, 29 April 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI RABU 29 APRIL 2015 AYUB 10:1-22


  PERTANYAAN KLASIK
RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:
1. ...................................................................................................
2. ..................................................................................................
Pengajaran:




Tidak asap bila tidak ada api. Pepatah ini menunjukkan betapa resiko manusia
mengkristalisasi setiap kejadian atau masalah dengan hukum sebab-akibat. Mereka
berpendapat jika sesuatu terjadi, hal itu karena ada faktor yang menjadi
penyebabnya. Itulah sebabnya manusia dengan segala daya upaya selalu berusaha
menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi. Pada kenyataanya, hidup itu
seringkali sulit untuk dipahami. Dalam upaya mengatasi kenyataan pahit yang kita
alami, kita dapat dengan mudah terpuruk dalam frustasi. Kita rindu memperoleh
jawaban atas masalah-masalah tentang penderitaan yang menumpuk. Ketika
menderita sakit dan kehilangan, seringkali kita bertanya, “Jika Tuhan bersama
dengan kita, mengapa semua ini terjadi?” Mengapa Tuhan mengijinkan penderitaan?
Ini merupakan pertanyaan klasik. Empat ribu tahun yang lalu, seorang korban yang
mengalami kerugian baik harga diri, keluarga maupun harta bendanya, berbicara
kepada surga yang membisu dan meminta penjelasan, “Beritahukanlah aku,
mengapa Engkau berperkara dengan aku. Apakah untungnya bagi-Mu mengadakan
penindasan, membuang hasil jerih payah tangan-Mu..?” (Ayub 10:2-3). Pertanyaan
yang sama masih diajukan hingga saat ini. Saat tragedi menimpa, kadangkala kita
tahu sedikit sebab musababnya, namun biasanya kita tidak dapat memahami misteri
dari penyakit atau kecelakaan-kecelakaan yang kita alami. Seringkali kita bersikeras
menuntut jawaban lengkap. Sebalikna Allah justru menawarkan diri-Nya sendiri. Dan
itu sudah cukup. Allah tidak menjelaskan kepada Ayub apa yang telah Dia
kerjakan, namun dapat dipercaya bahwa Allah melakukan apa yang benar. Dia
menjamin sesuai dengan firman-Nya bahwa Yesus juga ikut merasakan penderitaan
kita, bangkit dari antara orang mati dan telah mempersiapkan pembebasan bagi
penderitaan kita. Ini mungkin bukan jawaban yang kita inginkan, tetapi inilah
jawaban yang kita butuhkan agar kita dapat hidup meskipun dalam penderitaan yang
terus kita pertanyakan dan sering tak jawab.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More