Kamis, 07 Mei 2015

ARTIKEL ROHANI INSPIRASI PUSAT HIBURAN atau PUSAT PENYEMBAHAN?


  Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran
           sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut
                kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya
                                         2 Timotius 4:3





Buku tulisan Charles R Swindol berjudul “An Urgent Call for Renewal”
membahas tentang pengaruh buruk era modern dalam gereja. Salah satu
pengaruh buruk era modern yang masuk dalam gereja adalah bergesernya
peran dan fungsi gereja. Tidak lagi menyerukan suara Kebenaran, tapi
lebih menjadi pusat hiburan. Tak dapat dipungkiri bahwa yang namanya
hiburan selalu menarik pengunjung. Mal-mal, gedung bioskop, tempat
pertunjukkan atau tontonan-tontonan menarik menjadi magnet banyak
orang. Mengapa banyak orang mencari pusat hiburan? Manusia modern
penuh dengan tekanan hidup, oleh karena itu mereka butuh hiburan dan
penyegaran. Gereja menangkap “peluang” itu. Untuk menarik
pengunjung, maka gereja menjadi pusat hiburan. Ibadah harus dibuat
semenarik dan senyaman mungkin. Firman Tuhan yang disampaikan pun
harus menghibur. Sebisa mungkin mendatangkan pembicara yang lucu dan
bisa membuat yang mendengar terpingkal-pingkal. Sebaliknya, jangan
pernah mengundang pengkhotbah yang keras dalam menyuarakan
“Kebenaran”, sebab jemaat memang butuh dihibur, bukannya dimarahi.
Penulis Francis Schaeffer menulis. “Ini adalah bencana besar! Sebab gereja
sudah diakomodasi oleh roh dunia zaman modern”. Tidak bolehkah
gereja menghibur jemaat? Salahkah gereja jika membuat tempat ibadah
sebagus mungkin sehingga jemaat merasa nyaman saat beribadah? Saya
pribadi menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan semuanya itu.
Gereja boleh menghibur, tapi jangan sampai gereja menjadi pusat hiburan
seperti yang dunia punya. Gereja harus tetap menjadi pusat penyembahan,
dimana Kristus dan Kebenaran-Nya yang harus ditinggikan. Sudah
sepantasnya gereja bisa menghibur, tapi pada saat yang sama gereja
harus mampu mentransformasikan nilai-nilai Kebenaran dalam kehidupan
jemaat. Jangan hanya jiwa (perasaan) saja yang dipuaskan, tapi gerejeja
harus mampu memenuhi kebutuhan Roh sidang jemaat. Gereja boleh saja
menghibur, tapi gereja tidak boleh jadi pusat hiburan, sebab gereja adalah
“Pusat Penyembahan”

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More