Sabtu, 30 Mei 2015

ARTIKEL ROHANI KRISTEN BERUBAH SETIA


            Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikutinya
             dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak daud, diberkaltilah                                                                      Dia
               yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang maha tinggi!”
                                                               Matius 21:9





 Jika anda menjadi bintang olahraga, misalnya menjadi pemain bola, anda
akan merasakan seperti apa rasanya hidup di dalam dua kutub. Ketika
anda bermain dengan baik, bahkan bisa menyumbangkan gol penentu
kemenangan, maka anda akan dielu-elukan dan menerima pujian setinggi
langit. Puluhan ribu orang akan bangga dengan anda. Tapi jika anda
bermain dengan buruk dan melakukan kesalahan yang fatal, bisa jadi
puluhan ribu orang akan mencaci maki anda. Minggu lalu anda di puji, hari
ini anda dicaci maki. Itu terjadi kalau anda tidak melakukan seperti yang
mereka inginkan. Tahukah anda bahwa Yesus pernah mengalami hal
yang sama. Ketika Yesus masuk kota Yerusalem, sejumlah besar orang
memuji, memberi penghormatan, menyambut dengan sorak-sorai dan
mengelu-elukan nama-Nya. Namun beberpa saat kemudian, orang yang
sama yang dulu berteriak, “Hosana! Hosana!” kini berteriak, “Salibkan Dia!
Salibkan Dia!” Mereka yang tadinya memuji,, sekarang mencaci. Mengapa
bisa demikian? Karena mereka merasa Yesus tidak memenuhi
keinginannya. Sejujurnya, orang Kristen semacam itu banyak sekali.
Kesetiaan mereka mudah berubah ketika mereka merasa Tuhan tidak
memenuhi apa yang mereka inginkan. Ketika pergumulannya tidak dijawab
Tuhan. Ketika sakit dan tak kunjung sembuh. Ketika masalah datang silih
berganti dan sepertinya tidak ada tanda-tanda mujizat. Ketika
mengharapkan kelimpahan, namun yang terjadi justru kekurangan. Banyak
orang Kristen seperti ini akhirnya kecewa dan meninggalkan Tuhan.
Terlihat dengan jelas bahwa orang Kristen seperti ini hanya mengikut Yesus
karena ada maunya saja. Tentu saja kita semua berharap bahwa kita
bukan tergolong orang seperti ini. Pastikan kita adalah orang-orang yang
setia dalam mengikut Tuhan. Bukan semata-mata karena mengharapkan
sesuatu yang menguntungkan bagi kita saja, namun karena kita memang
mengasihi Kristus dengan segenap hati kita. Jika ada suporter sejati di
lapangan bola, apakah kita adalah pengikut Kristus yang sejati?

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More