Kamis, 21 Mei 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI KAMIS 21 MEI 2015 DANIEL 1:8-15, IMAMAT 20:7


  HIDUP KUDUS

RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:
1. ..............................................................................................
2. ..............................................................................................
Pengajaran:




Belakangan ini, banyak orang berkoar-koar tentang kebenaran, namun tidak sedikit
mereka tidak bisa menjaga agar dirinya terus hidup dalam kebenaran. Memang hidup secara konsisten dengan apa yang dikatakan itu tak mudah, baik mereka yang tua
maupun muda. Hari ini kita belajar dari kehidupan anak-anak muda pilihan, yakni
Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Mereka bertiga hidup di tengah-tengah
bangsa asing yang menjajah bangsa mereka, namun mereka tidak hidup menderita
seperti kebanyakan yang dialami oleh bangsa yang terjajah. Daniel, Sadrakh, Mesakh
dan Abednego terpilih menjadi bagian orang-orang yang dianggap pandai di negeri
Babel, tapi sayang orang-orang pandai itu tidak takut Tuhan. Meski demikian, ke
empat anak muda ini tidak menjadi tinggi hati. Mereka tetap menjaga diri mereka
agar tidak mendukakan hati Tuhan. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah
tidak menajizkan diri mereka dengan makanan raja dan minum Anggur. Mereka
bertekad untuk “HIDUP KUDUS”. Gihon Community, hari-hari ini tantangan atas
kehidupan semakin besar. Bukan hanya masalah makanan saja. Tetapi kita harus
mewaspadai pemikiran dan filsafat dunia yang semakin toleran terhadap kejahatan.
Hidup kudus berarti menjauhkan diri dari segala hal yang dapat membuat kita jatuh
dalam dosa. Bukan karena sebuah kemunafikan, melainkan karena sebuah
pemahaman yang benar yakni supaya kita mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga.
Meski demikian, kita tak perlu menghakimi orang lain yang belum sampai pada taraf
kehidupan rohani seperti yang Alkitab rindukan, karena hal itu justru akan
menjauhkan kita dari kekudusan hidup. Ingat! adalah tugas kita untuk mendoakan
orang–orang seperti ini, agar kekudusan hidup menjadi gaya hidup mereka.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More