Rabu, 06 Mei 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI RABU 6 MEI 2015 KOLOSE 3:17-23


  FULL HEART
RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:
1. ...................................................................................................
2. ..................................................................................................
Pengajaran:



Apakah perbedaan antara pelayanan dan pekerjaan? Kita mungkin sering
menggambarkan bahwa pelayanan adalah segala sesuatu yang berbau rohani,
agamawi atau hal-hal yang berhubungan dengan gereja. Kalau ada orang yang
sedang berkhotbah kita sebut dia sedang melayani. Penerima tamu (usher) di gereja
yang sedang bertugas kita sebut sedang melayani Tuhan dsb. Kemudian kalau kita
melihat seseorang sedang memperbaiki mobil, kita sebut orang itu bekerja. Kalau
sedang menjajakan dagangan, kita sebut bekerja. Buruh dipabrik, kita menyebutnya
pekerja pabrik dsb. Ada sebuah buku yang menulis tentang Pelayanan, bunyinya
demikian: Bila anda melakukannya untuk mendapatkan nafkah, itu Pekerjaan. Bila
anda melakukannya karena Tuhan, itu Pelayanan. Bila anda keluar karena ada yang
mengkritik anda, itu Pekerjaan. Bila anda terus bekerja sekalipun dikritik habis habisan,
itu Pelayanan. Bila anda berhenti karena tidak ada yang berterimakasih, itu
Pekerjaan. Bila anda terus bekerja walaupun tidak pernah dikenal oleh siapa pun,
itu Pelayanan. Bila anda merasa semakin sulit menikmati yang anda kerjakan, itu
Pekerjaan. Bila anda semakin sulit untuk tidak menikmatinya, itu Pelayanan. Bila
yang anda pikirkan adalah kesuksesan, itu pekerjaan. Bila yang anda pikirkan adalah
kesetiaan, itu Pelayanan. Gereja yang biasa-biasa saja dipenuhi oleh jemaat yang
bekerja. Gereja yang luar biasa dipenuhi oleh orang-orang yang melayani Jujur,
sewaktu saya membaca tulisan ini, saya mulai berpikir tentang hidup ini. Apakah
yang saya lakukan selama ini Bekerja atau Melayani? Apakah berarti orang yang
bekerja itu bukan melayani dan orang yang melayani bukan seorang yang bekerja?
Menurut surat Kolose 3:23 Rasul Paulus memberikan nasehat supaya apapun juga
yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan
bukan untuk manusia. Jadi bukan masalah pelayanan atau bekerja, tetapi yang
terpenting di sini adalah apakah kita melakukannya dengan Full Heart, Segenap hati
atau tidak. Kehidupan kita dapat memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang
lain ketika kita melakukan segala sesuatu dengan segenap hati kita seperti untuk
Tuhan. Lebih bijaksana ketika kita mulai mengoreksi hidup kita hari ini, entah dalam
bekerja atau melayani, apakah kita telah melakukannya dengan segenap hati?.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More