Senin, 25 Mei 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI SENIN 25 MEI 2015 MAITUS 4:18-22


  LANGKAH AWAL PETRUS

RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:
1. ...................................................................................................
2. ..................................................................................................
Pengajaran:




Simon atau yang disebut Petrus pada awalnya adalah seorang nelayan. Seorang yang
terbiasa bekerja keras untuk memenuhi kehidupannya dan keluarganya. Petrus
terbiasa menjala ikan dalam musim apapun, entah itu disaat badai, hujan atau
panas. Sebagai nelayan, Petrus harus tetap turun ke danau atau laut untuk menjala
ikan. Ketika Yesus datang dan memanggil Petrus untuk ikut bersama Dia, Petrus
langsung mengiyakan. Ia tidak bertanya, ”Emang kerjaannya nanti apa? Terus,
gajinya berapa? Kira-kira lebih enak jadi nelayan atau ikut Yesus?”. Tidak ada
pertanyaan yang demikian. Mengapa? Inilah langkah awal Petrus yang luar biasa.
Pada saat pertama kali bertemu Yesus, Petrus tidak begitu mengenal Dia. Bahkan
saat itu Yesus belum terkenal dengan segala mukjizat yang IA lakukan. Mungkin saja
Petrus tahu bahwa Yesus adalah anak tukang kayu yang juga berprofesi sebagai
tukang kayu. Lalu bagaimana Petrus memutuskan untuk mengikuti si tukang kayu
yang beralih profesi sebagai pengkhotbah? Di sini kita bisa melihat bahwa pada saat
bertemu dengan Petrus, Yesus menunjukkan bahwa Ia adalah Pemimpin yang
berkharisma dan hal itu menyakinkan Petrus bahwa hidupnya jauh akan lebih baik
jika mengikuti Yesus. Langkah awal Petrus mengikuti Yesus bukanlah sebuah
pilihan yang diambil karena Petrus jenuh menjadi nelayan, tetapi karena ia tahu
bahwa dengan mengikuti Yesus dan bekerja sama dengan Dia, kehidupan Petrus
justru akan lebih baik. Ia bisa melihat dan merasakan kharisma Yesus yang luar biasa
saat ia bertemu dengan-Nya, sehingga Petrus tidak berpikir dua kali untuk memenuhi
ajakan Yesus. Dari keputusan Petrus kita belajar bahwa, mengikuti Yesus tidak
bicara untung rugi, tetapi bicara tentang jaminan kehidupan yang pasti.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More