Kamis, 27 Agustus 2015

ARTIKEL ROHANI BLUSUKAN


   Kamus bahasa Indonesia mendapat penambahan kosa kata baru,
yaitu “BLUSUKAN” Sebuah kata dari bahasa Jawa yang
dipopulerkan oleh Presiden kita Jokowi pada waktu beliau masih
menjabat sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Arti
kata blusukan adalah: aktifitas memasuki suatu tempat untuk
mengetahui keadaan tempat itu dan mendapatkan informasi tentang
sesuatu. Dalam manajemen pengawasan, blusukan sangat
diperlukan untuk memastikan bahwa laporan yang masuk dari
bawah benar-benar sesuai kenyataan dilapangan. Blusukan adalah
tindakan inisiatif dari pimpinan diatas untuk mendekatkan diri
dengan rakyat yang dipimpinnya. Dalam karya pelayan-Nya di
bumi, Tuhan Yesus kerap melakukan blusukan bersama muridmurid-
Nya. Ia berjalan keliling dari kota ke kota, dari desa ke desa
sambil mengajar dan melakukan berbagai mujizat. Dari perjalanan-
Nya itu Yesus mencari tahu bagaimana sesungguhnya keadaan
bangsa Israel. Untuk membuktikan ketulusan dari perjalanan keliling
yang dilakukan-Nya kadang Yesus membuka percakapan dengan
bertanya: “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?
Amanat Agung Tuhan Yesus kepada semua orang percaya adalah:
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, dan
ajarlah mereka melakukan segala sesutu yang telah kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman’ (Matius 28:19-20). Kita dipanggil bukan untuk
menjadi jemaat pasif atau jemaat pendukung belaka. Tapi kita
dipangil untuk menjadi saksi bagi dunia (Kisah Para Rasul 1:8).
Konsep menjadi terang adalah berani keluar dan menjadi berkat
bagi dunia yang dipenuhi dengan kegelapan. Ekslusivme kerap
menjadi jebakan bagi orang Kristen. Terlalu lama berkumpul dengan
orang-orang sejenis yang sudah berada dalam level kerohanian
tertentu membuat kita berpikir tidak ada lagi yang dikerjakan, selain
menjadi penyelenggara ibadah dan menjalankan program gereja
yang sudah menjadi rutinitas. Ayo Gihon Community, milikilah hati
yang terbeban untuk keselamatan orang-orang disekitar kita. Mari
keluar, dan lakukan sesuatu bagi Tuhan. Bawa dalam doa, orangorang
terdekat yang belum mengenal akan pribadi Yesus. Bila
gereja tidak bersaksi, maka akan ada banyak jiwa yang binasa.
Mereka binasa karena tidak ada orang yang menyampaikan “Kabar
Baik” kepada mereka. Tuhan kelak akan menuntut pertanggungan
jawab dari kita, bila kita tidak menjalankan tugas mulia tsb yakni
memberitakan kabar baik. Jadilah gereja yang menjadi rumah bagi
jiwa-jiwa yang terhilang. Mari keluar dari zonan nyaman pelayanan
kita. Cari tahu apa yang dibutuhkan dunia diluar sana. Jadilah
berkat, supaya nama Tuhan Yesus dipermuliakan. Ingat! Kristus
adalah Tuhan bagi segala suku, kaum, bangsa dan bahasa, bukan
hanya bagi gereja dan orang-orang didalamnya, tetapi bagi semua
umat manusia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More