Selasa, 15 September 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI SELASA 15 SEPTEMBER 2015 YOHANES 14:15-31, IBRANI 13:5


   TAK PERNAH DITINGGALKAN

RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:
1. ...................................................................................................
2. ...................................................................................................
Pengajaran:




Grace C.W. Groben berkisah: Di waktu yang lampau, saya merasa bahwa penting
bagi anak perempuan saya yang masih kecil untuk terpisah dari saya. Saya
membaringkannya di tempat tidurnya, memberikan ciuman selamat malam,
kemudian mematikan lampu. Dia menangis lama karena sedih, mengira saya tidak
mendengar tangisannya dan tidak mengasihinya. Tidak mengetahui bahwa saya tidak
berada jauh darinya. Hanya tersembunyi di tengah kegelapan. Rasa keibuaan saya
terluka. Saya mendengarnya menangis. Saya ingin melakukan apa yang dia inginkan,
tetapi demi kebaikkannya saya harus menyembunyikan diri. Seperti halnya dnegan
Tuhan. Di waktu kita susah, Dia mendengar tangisan kita dan merasa kasihan. Tetapi
demi kabaikan kita, Dia mungkin menyembunyikan wajah-Nya untuk sementara dan
sepertinya tidak dekat pada kita. Dimanakah Allah saat aku sedang dilanda
persoalan yang berat? Mengapa Dia meninggalkanku dan tidak segera menolongku?
Kalimat–kalimat seperti ini juga pernah diucapkan murid–murid Yesus sewaktu badai
topan melanda perahu meraka. “Guru apakah Engkau membiarkan kami binasa?”
Jujur, bukankah kita sering mengucapkan kata–kata ini kepada Tuhan? Mengapa Ia
membiarkan kita dihimpit persoalan yang begitu berat? Pertanyaannya: Apakah
Tuhan benar–benar meninggalkan kita? Lihatlah kembali janji yang pernah
diucapkanNya: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu“ (@ 18 ).....
Ibrani 13:5 “Aku sekali–kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali–kali tidak
akan meninggalkan engkau” “Tetapi mengapa Dia seolah–olah menjauh dari kita?
“Kedewasaan!”. Hal inilah yang Tuhan inginkan bertumbuh dalam hidup kita.
Dewasa dalam pengertian bahwa kita semakin mengenal Dia sebagai Bapa yang
bertanggung jawab atas hidup kita. Kita memiliki iman untuk mempercayai Firman-
Nya. Kita tidak takut menghadapi persoalan hidup karena mata Tuhan tertuju
kepada kita sebagaimana janji-Nya sekalipun kita tidak melihat-Nya. Tetapi Ia telah
memberikan Roh Kudus-Nya. Roh yang senantiasa menolong dan memberi
penghiburan bagi kita. Percayalah. Tuhan turut merasakan kepedihan hati kita
karena persoalan yang kita alami. Dia melihat setiap tetesan air mata kita. Di saat
saat demikian Dia ingin kita tetap percaya bahwa Roh-Nya tetap hadir untuk
menolong kita.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More