Senin, 21 September 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI SENIN 21 SEPTEMBER 2015 MATIUS 19:13-15, AMSAL 22:6


  TANAMKAN SEJAK DINI

RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:

1. ...................................................................................................
2. ..................................................................................................
Pengajaran:



Sejak masih kecil orang tua saya selalu memotivasi kami anak-anaknya untuk rajin
mengikuti kelas sekolah minggu. Di gereja, seperti biasa, setelah bernyanyi
bersama, kami dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil sesuai tingkatan usia,
kemudian diajarkan kisah-kisah Alkitab mulai dari penciptaan dunia, nabi Nuh,
Abraham dan lain sebagainya. Sebelumnya om-om dan tante-tante pembina selalu
bertanya tentang kisah atau pelajaran yang diajarkan pada minggu lalu. Anak yang
bisa menjawab mendapat hadiah kecil, entah sebutir permen coklat atau stiker
mungil yang lucu. Kami juga dipacu untk berlomba-lomba menghafalkan ayat hafalan
supaya di akhir tahun nanti mendapat hadiah istimewa. Saya tidak pernah tahu
mengapa orang tua menekankan saya harus rajin datang ke sekolah minggu,
mendengarkan cerita–cerita Alkitab, belajar berdoa dan kegitan lain di gereja. Pada
awalnya, tujuan saya rajin ke gereja agar mendapatkan hadiah yang menarik di akhir
tahun. Saya tidak menyadari bahwa cerita yang saya dengar itu telah tertanam
dalam pikiran dan kelak hal itu menjadi benih Firman yang hidup dalam diri saya.
Alkitab menyatakan bahwa perkataan yang keluar dari mulut Allah tidak akan pernah
kembali dengan sia-sia. Apa saja yang Ia katakan pasti akan menjadi kenyataan.
Banyak orang Kriten kurang menyadari bila Tuhan menaruh perhatian yang besar
kepada anak-anak. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Yesus ketika murid-murid-Nya
mengusir anak-anak kecil yang berusaha mendekati-Nya. “Biarkan anak-anak itu
datang kepada-Ku...” Sekali lagi Dia menegur orang dewasa dengan pernyataan
bahwa hanya orang yang menyambut Tuhan seperti seorang anak kecil-lah yang akan
mendapat tempat di kerajaan sorga. “Kepolosan dan kesederhanaan”,
itulah yang dipandang oleh Tuhan. Bahkan dalam Perjanjian Lama, Allah
menetapkan aturan supaya memperkatakan kitab Taurat dan menceritakan kepada
anak cucu orang-orang Israel. Tujuannya supaya mereka memegang ketetapan itu
dari generasi ke generasi. Gihon Community, Bagaimana dengan anda? Sudahkah
anda mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada buah hati anda? Ajarkan sejak
dini kepada mereka supaya kelak “tidak menyimpang dari kebenaran
Firman Tuhan”.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More