Sabtu, 19 Desember 2015

ARTIKEL ROHANI JADILAH PEMENANG


  Bila kita berpikir, maka kita dapat menggambarkan kehidupan ini
sebagai area pertempuran, dimana kita akan delalu menjadi sasaran lawan
untuk dilumpuhkan. Ketika sebuah pasukan berada di medan pertempuran,
maka mereka diperhadapkan pada dua pilihan, mengalahkan atau
dikalahkan, membunuh atau dibunuh. Tidak ada istilah seri seperti dalam
sebuah permainan.




Kehidupan Kekristenan kita adalah area yang rawan
untuk terjadinya pertempuran. Sebab dengan jelas Petrus mengingatkan
kita, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling
sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat
ditelannya.” (I Ptr 5:8). Hal yang ingin ditekankan disini adalah tingkat
kewaspadaan kita sebagai orang percaya di dalam mengantisipasi
kehadiran musuh dan kekuatannya untuk menghancurkan kita. Semakin
tinggi tingkat kewaspadaan kita akan menjadi penentu terbesar untuk
menjadi pemenang. Dengan sangat mudah Iblis akan memakai situasi yang
kita hadapi untuk melumpuhkan kewaspadaan kita akan kehadirannya.
Bukankah banyak perselisihan yang menyebabkan perpecahan diantara
orang percaya, ataupun situasi-situasi sulit yang memporak-porandakan
iman kita? Kita dengan sangat mudah dikalahkan oleh keadaan.
Inilah yang menjadi poin penting bagi Daud ketika diperhadapkan
dengan keadaan yang sulit: iri hati Saul, caci-maki Simei, pengkhianatan
Absalom, dll. Kemampuannya dalam melihat kehadiran Iblis dalam setiap
situasi yang dihadapi, menghindarkannya dari potensi untuk berbalik
menjatuhkan Saul, membalas caci-maki Simei dengan sebilah pedangnya,
dan berperang melawan anaknya sendiri, yaitu Absalom. Ia mengalahkan
semua situasi itu dengan sebuah kemenangan rohani yang luar biasa.
Dengan demikian kita dapat memahami pernyataan Daud, “Aku mengejar
musuhku sampai kutangkap mereka, dan tidak berbalik sebelum mereka
kuhabiskan...mereka rebah dibawah kakiku.” Apa pun keadaannya, Daud
selalu ingin tampil jadi pemenang. Sebab salah satu hal yang ia sadari
bahwa keperkasaan Tuhan ialah kekuatannya di dalam mengalahkan
musuh.
Paulus berkata bahwa kita lebih dari seorang pemenang. Artinya,
kehadiran Tuhan membuat kita memiliki potensi yang jauh lebih besar
untuk dapat mengalahkan daripada dikalahkan. Adakah saat ini kita
diperhadapkan pada berbagai situasi sulit yang membuat kita seperti
korban yang dilucuti? Ingatlah, kekuatan Tuhan didalam diri kita untuk
memunculkan kita sebagai pemenang, jauh lebih besar dari pada kekuatan
3 | P a g e
Iblis untuk mengalahkan kita. Turutilah nasihat Paulus, “Hendaklah kamu
kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya...Ambillah seluruh
perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan
pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan
segala sesuatu.” Kekuatan Tuhan adalah jaminan kemenangan Kita.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More