Jumat, 11 Desember 2015

FIRMAN TUHAN HARI JUMAT 11 DESEMBER 2015 MAZMUR 32:1-11



 MENGAKUI KEGAGALAN



RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:
1.    ..............................................................................................
2.    ..............................................................................................

Pengajaran:



Seorang imam berkebangsaan Australia sedang melakukan ekspedisi geologis di Melbourne.Ketika ia menuruni sisi gunung batu karang, bagian pantat celanannya robek,sehingga bagian tubuhnya kelihatan. Didalam kelompok itu ada banyak wanita dan suster, bisa anda bayangkan betapa malunya imam itu? Ia pun sebisa mungkin menutupi bagian tubuhnya yang kelihatan dan menyembunyikan dirinya. Apa akibatnya? Tentu saja ia tidak mendengar apa yang dikatakan pimpinan ekspedisi tentang formasi-formasi dsb nya. Ketika ia sampai dirumah, ia harus meminjam catatan dari yang lainnya. Waktu itu ia terlalu sibuk untuk menutupi dan menyembunyikan dirinya.      Mengertikah kita bahwa kisah diatas sedang memberi kita sebuah teguran dan pengertian bagi hidup kita? Bukankah kita seringkali melakukan reaksi seperti yang dilakukan oleh imam itu pada saat kita melakukan sebuah kesalahan atau kegagalan? Mengakui sebuah kesalahan atau kegagalan ternyata membutuhkan keberanian dan jiwa besar. Seorang yang tidak berani mengakui sebuah kegagalan akan membuat dirinya terfokus pada kegagalannya. Waktunya akan terbuang hanya untuk menutupi kegaggalannya, dan ia justru kehilangan hal-hal berharga yang seharusnya bisa didapatkan.       Kita adalah orang-orang yang sangat rentan untuk melakukan sebuah kesalahan. Jika kita mau menghitungnya, berapa kali kita telah bersalah dalam ucapan atau perbuatan kita? Pada saat kita tersadar bahwa kita telah melakukan pelanggaran terhadap Firman TUHAN, apa yang kemudian kita lakukan? Pikiran-pikiran kita mungkin mengatakan betapa malunya kita jika orang lain mengetahui kesalahan yang kita buat. Lalu apa reaksi kita? Menyimpan kesalahan,menyembunyikan diri atau mengakuinya?      Belajarlah dari kehidupan Daud! Sekalipun kita mengenalnya sebagai seorang yang demikian dekat dengan ALLAH, tetapi ia pun pernah melakukan  sebuah kesalahan. Daud justru mengalami kerugian yang lebih besar pada saat ia berusaha berdiam diri dan menyembunyikan pelanggarannya. Itu sebabnya Daud  lebih suka mengakui kegagalannya di hadapan TUHAN. Daud menyebut berbahagialah orang-orang yang diampuni pelanggarannya dan yang kesalahannya tidak diperhitungkan. Gihon Community apapun kesalahan kita, akuilah di hadapan TUHAN dan kita pasti berbahagia karena TUHAN mengampuninya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More