Rabu, 04 Maret 2015

ARTIKEL ROHANI DOA MEMBERIKAN HIKMAT


                Lalu kata raja kepadaku: Jadi apa yang kau inginkan?
                Maka kau berdoa kepada Allah semesta langit
                                              Nehemia 2:4



Dalam kehidupan orang percaya, doa memegang peranan yang sangat penting.
Namuan sayang, masih ada banyak diantara mereka yang tidak mampu
mempertahankan kehidupan doa. Seringkali, mereka melakukannya hanya
berdasarkan suasana hati (mood). Dan ironisnya, masih ada juga hamba Tuhan yang
tidak luput dari keadaan ini. Padahal Firman Tuhan dalam 1 Tesalonika 5:17
menasehatkan agar kita senatiasa berdoa. Sesungguhnya, seberapa penting sebuah
kehidipan doa bagi kita orang percaya? Kita akan belajar dari kehidupan seorang
tokoh Alkitab, yang telah membuktikan dirinya senantiasa hidup dalam doa.
Ketika hati Nehemia gundah gulana mendengar keadaan buruk yang menimpa
bangsanya, ia datang kepada Allah untuk memohon belas kasihan bagi bangsanya.
Dan ketika kesedihannya itu diketahui oleh raja, maka raja pun bertanya, apa yang
dikehendaki dari padanya? Nehemia tidak bertindak ceroboh. Ia berdoa meminta
hikmat dari Allah, apa yang harus dikatakannya kepada raja. Hasilnya? Ia melakukan
sesuatu yang tepat! Terbukti, tidak satupun permintaannya yang ditolak raja.
Hari-hari ini, berapa banyak dari kita yang memilih untuk larut dalam masalah dan
pergumulan kita, serta tidak lagi berdoa, ketika menghadapi saat-saat kritis dalam
kehidupan kita. Ingatlah bahwa kesedihan hati dan pikiran yang suntuk, justru akan
membuat kita tidak dapat lagi melihat kuasa Allah dalam hidup kita. Berapa banyak
diantara kita yang tidak bertindak hati-hati, ketika kita telah melihat titik terang
atas segala masalah dan pergumulan kita. Akibatnya kita pun mengambil keputusan
yang hanya berdasarkan logika dan tidak lagi bertanya kepada Allah serta meminta
hikmat daripada-NYA. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, susah ataupun
senang, jangan pernah lupakan satu hal, yaitu “BERDOA”. Dengan Doa, himat Allah
akan turun atas kita, hingga kita dapat bertindak dengan benar. Doa akan menjadi
sebuah kompas yang menunjukkan arah bagi kita. Ingat!, kita butuh hikmat Allah
untuk menyelesaikan segala sesuatu. Sebab itu bertekunlah dalam “DOA”
********************************************************************************************************

Selasa, 03 Maret 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI SELASA 3 MARET 2015 LUKAS 1:26-38


   PERCAYA KEPADA PERKATAAN TUHAN

RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:
1. ...................................................................................................
2. ..................................................................................................

Pengajaran:


Dalam renungan hari ini kita perlu membaca perkataan Elizabeth pada Maria. Lukas
menulis, “Dan berbahagialah ia, yang telah menjadi percaya, sebab apa yang
dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (LUK 1:45). Jadi ada dua hal yang
perlu dipahami:
1). Berbahagialah orang yang percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan pasti
tergenapi. Terkadang sulit untuk dipercaya. Sebab apa yang kita dengar di luar
pemikiran kita, bahkan Maria pun kaget mendengar suara Tuhan bahwa ia akan
mengandung seorang anak laki-laki, padahal ia masih perawan. Kata Maria:
Bagaimana ini dapat terjadi? Pertanyaan ini sangat logis dan manusiawi. Karena apa
yang dikatakan Tuhan sulit dipercaya, tetapi kita harus percaya bahwa “Tiada yang
mustahil bagi Allah”.
2). Firman yang di ucapkan Tuhan kepada hidup kita pasti terlaksana. Apakah kita
sudah mendengar Firman Tuhan bagi hidup kita hari ini? Percayalah dengan sepenuh
hati kita kepada Firman Tuhan. Ingatlah bahwa pikiran kita terbatas, sehingga kita
jangan membatasi Tuhan dengan pikiran kita. Terus dan tetap percaya kepada Tuhan
dengan segenap hati

Senin, 02 Maret 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI SENIN 2 MARET 2015 YOHANES 1:1-18


  YESUS KRISTUS ADALAH FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA
RHEMA APA YANG SAUDARA DAPAT DARI BACAAN DI ATAS:
1. ...................................................................................................
2. ..................................................................................................

Pengajaran:



Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu
adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun
yang telah jadi dari segala yang dijadikan. Firman itu telah menjadi manusia dan
diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran. Dari kepenuhan Kristus sebagai Anak Tunggal Bapa ini, kita menerima
kasih karunia demi kasih karunia serta kebenaran. Jadi, kita yang percaya dan
menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kita menerima kasih
karunia demi kasih karunia, sehingga setiap Firman yang kita baca dapat kita
lakukan dalam kehidupan kita setiap hari. Kristus datang bukan untuk meniadakan
hukum Taurat melainkan Ia datang untuk menggenapinya (MAT 5:17-19). Kasih
karunia Kristus akan memampukan kita untuk melakukan Firman dengan baik, karena
Yesus Kristus adalah Firman yang menjadi manusia. Sudah siapkah kita untuk
mengalami kasih karunia Tuhan?

Selasa, 17 Februari 2015

FIRMAN TUHAN HARI INI SELASA 17 FEBRUARI 2015 YOHANES 18:28-38A



  APAKAH KEBENARAN ITU?
Rhema apa yang saudara dapat dari bacaan di atas:
1. ...................................................................................................
2. ..................................................................................................
Pengajaran:


Setiap orang memiliki persepsi dan pandangan berbeda bila bicara tentang
kebenaran. Semua tergantung dari hal yang diyakininya. Semua menjadi benar
karena masing-masing merasa yakin dengan kebenarannya sendiri sehingga seringkali
menjadi sebuah perdebatan yang tidak ada ujung dan akhirnya. Perpecahan dan
peperanganpun tidak bisa dicegah untuk tidak terjadi. Diselesaikan pun menjadi
sulit. Apakah memang kebenaran itu tidak pernah ada?. Pada dasarnya manusia
tidak tahu dan tidak mengenal kebenaran. Sebagian orang berpikir bahwa
kebenaran adalah bersifat relatif, tidak ada yang mutlak, tidak ada yang absolut dan
tidak ada yang benar. Bahkan Pilatus, seorang penegak hukum Romawi pun bertanya
kepada Yesus: “ Apakah itu kebenaran? Pertanyaan Pilatus itu adalah pertanyaan
yang menggema sepanjang abad. Sepanjang sejarah, manusia selalu bertanya dan
mencari kebenaran. Banyak buku ditulis, banyak diskusi, pembahasan dan dialog
dilakukan untuk mencari hakekat kebenaran. Beberapa orang akhirnya frustrasi,
mengkonsumsi narkoba, dan bunuh diri karena merasa tidak mendapat jawaban atau
kebenaran dalam hidupnya. Tetapi Yesus berkata: Firman-Mu adalah kebenaran
(Yohanes 17:17). Suatu jawaban yang singkat, mutlak dan final. Ia juga berkata
bahwa kebenaran itu akan memerdekakan kita (Yohanes 8:31). Kebenaran ada di
dalam Alkitab. Kebenaran tentang Allah, tentang penciptaan, tentang makhluk
hidup, tentang manusia, tentang kematian, dan tentang segala sesuatu. Sudahkah
anda menemukannya?.