Sabtu, 25 Oktober 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI SABTU 25 OKTOBER 2014 FILIPI 3:1-11


   MENGENAL TUHAN

Pertanyaan Renungan:

1. Bagi Paulus, manakah yang lebih penting, kehidupan sebelum kenal Kristus
dan sesudah kenal Kristus? (@ 4-9)

2. Bagi Paulus, lebih-lebih bagi Allah, apa yang mereka kehendaki dari kita? (@
10)

Pengajaran:


Pada zaman kuno di Cina, pedagang batu permata sering mengajarkan ketrampilan
kepada murid-muridnya untuk memilih, memotong dan menjual batu-batu berharga.
Seorang pemuda datang dan ingin menjadi muridnya. Keesokan harinya, pemuda itu
datang dan diberi sebuah ruby. Ia diminta untuk duduk disuatu sudut ruang dan
memegang batu tsb. Sehari penuh hanya itu saja yang dilakukannya. Demikianlah
pemuda itu disuruh melakukan hal yang sama hari demi hari. Setelah dua minggu
pemuda ini mengeluh dan bertanya, mengapa ia diperlakukan seperti itu. Ahli batu
permata tidak berkata apa-apa, tetapi ia meletakkan sebuah batu ditangan anak
muda tadi dan pemuda itu berkata, “ini bukan ruby”. Tanpa sadar ia telah mampu
membedakan mana batu permata yang asli dan yang palsu melalui kontak dengan
yang asli. Seberapa dalam kita mengenal Tuhan? Pertanyan seperti ini memang
menjadi hal yang serius yang perlu kita perhatikan hari-hari ini, sebab banyak orang
mengaku dirinya mengenal Tuhan namun hidupnya sama sekali tidak bisa
membedakan mana hal-hal yang benar dan mana hal-hal yang jahat. Untuk dapat
mengenal Tuhan, tidak ada cara lain selain selain kita harus bertemu dengan Tuhan
dan Firman-Nya setiap hari. Persekutuan yang intim dengan Tuhan setiap hari akan
membuat kita semakin mengenal DIA. Jika kita tidak pernah memiliki hubungan
yang dekat dengan Tuhan setiap hari mustahil kita mengenal Tuhan dengan baik.
Jika kita mengenal Tuhan, maka kita kan berjalan pada jalan yang sesuai dengan
kebenaran-Nya. Tanpa memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan mustahil kita
dapat mengenal-Nya.

Jumat, 24 Oktober 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI 24 OKTOBER 2014 IBRANI 11:1-40


 
TANPA IMAN TIDAK DIPERKENAN

Pertanyaan Renungan:

1. Bagaimana caranya berkenan kepada Allah? (@ 6)

2. Apa yang diperoleh jika seseorang hidup dalam iman? (@ 33-35A)

Pengajaran:


Sebuah undangan untuk menghadiri pertemuan formal di suatu gedung
pemerintahan, biasanya mencantumkan petunjuk khusus yang memberitahukan
supaya tamu undangan mengenakan busana tertentu untuk acara tsb. Jika kita
datang dengan pakaian yang tidak sesuai undangan, maka kita pasti dilarang masuk.
Sama halnya jika kita menghampiri Allah, tanpa iman tidak mungkin kita akan
diterima-Nya. Allah hanya akan menerima bila kita berpakaian iman. Iman adalah
“pakaian” yang telah ditentukan Allah untuk kita kenakan saat kita memasuki
hadirat-Nya. Tanpa iman kita tidak berkenan kepada-Nya. Jika kita tidak hidup
dalam iman, itu sama saja dengan tidak menghormati Allah dan tidak menghargai
anugerah-Nya. Ibrani 11:6 mengatakan, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang
berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya
bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang bersungguh hati
mencari DIA”. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah bukan sekedar memberi
upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari DIA, namun Allah juga “Sang Pemberi Upah”. Artinya IA memberi upah bukan hanya kadang-kadang, tetapi IA
“selalu” memberikannya kepada orang yang sungguh-sungguh mencari-Nya. Iman
mempunyai komponen-komponen vital yang akan membawa kita dalam kehidupan
yang layak dihadapan Allah. Iman itu mengandung ketaatan, penundukkan diri dan
juga penyerahan hidup secara total kepada Tuhan. Nah, inilah yang seringkali
menjadi pergumulan hidup kita, karena kita percaya bukan sekedar tahu dan yakin
tapi juga berani menyerahkan segala sesuatu yang ada dalam diri dan hidup kita ke
tangan Tuhan. Ingin berkenan kepada Tuhan? Hiduplah dalam iman kepada Allah,
karena hidup dalam iman membawa perkenanan kepada Allah.

Kamis, 23 Oktober 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI KAMIS 23 OKTOBER 2014 1 TAWARIKH 29:1-9


  SANG PENGELOLA

Pertanyaan Renungan:

1. Mengapa Daud rela melakukan pemberian-pemberian yang fantastis? (@ 3)

2. Karena Daud memberi teladan dalam hal memberi, siapa saja yang mengikuti
jejaknya? (@ 6)

Pengajaran:



Daud adalah seorang pemberi. Tidak tanggung-tangung, dengan segenap kemampuan
Daud memberikan seluruh harta yang ia miliki untuk pembangunan rumah Tuhan.
Tidak ada rasa kehilangan atau takut berkekurangan, sebaliknya Daud memberikan
persembahan begitu banyak itu dengan bersukacita. Mengapa Daud mampu
melakukan hal itu dengan sukacita? Pertama, karena Daud tahu posisinya. Ia bukan
pemilik, tetapi orang yang dipercaya Tuhan untuk mengelola harta-Nya Tuhan.
Kedua, karena Daud tahu bahwa semua yang dimilikinya adalah milik Tuhan,
sehingga ia berani memberikan segalanya untuk Tuhan. Ketiga, karena ia begitu
cinta Tuhan. Semakin ia mengasihi Tuhan, semakin ia akan memberikan yang terbaik
untuk Tuhan. Mengapa kita sulit untuk memberi? Apakah kita merasa bahwa apa
yang kita miliki adalah milik kita dan bukan miliki Tuhan? Padahal Alkitab
menjelaskan bahwa apapun yang ada didunia ini adalah milik-Nya. Kita hanyalah
“steward” atau orang yang dipercaya Tuhan untuk memelihara dan menjalankan
sesuatu sesuatu yang bukan miliki kita sendiri. Daud sangat cinta rumah Tuhan,
sehingga ia pun memberi dengan segenap kemampuannya. Bagaimana dengan kita?
Apakah kita adalah orang-orang yang sangat cinta rumah Tuhan seperti Daud? Jika
ya, kita pasti akan memberi dengan segenap kemampuan dan memberikan sesuatu
yang terbaik. Ingat! Kita bukan pemilik tetapi pengelola berkat Tuhan. Untuk itu
jadilah pengelola yang dapat dipercaya Tuhan.
Ω

Rabu, 22 Oktober 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI RABU 22 OKTOBER 2014 MARKUS 12:41-44


 PERSEMBAHAN YANG BERKENAN

Pertanyaan Renungan:

1. Mengapa Yesus memuji persembahan janda miskin? (@ 43)

2. Mengapa persembahan janda miskin ini berkenan kepada Allah? (@ 44)

Pengajaran:


Setiap kita pasti suka mendengar kicauan burung. Semakin indah kicauan burung,
semakin mahal harganya, itu kata para pedagang dipasar burung. Berdasarkan
jenisnya, burung pipit adalah burung yang murah. Dalam MAT 10:29 dikatakan bahwa
satu duit adalah harga dari dua burung pipit. Satu duit terdiri dari dua peser, yaitu
mata uang Yahudi yang terbuat dari tembaga. Yaitu jumlah terkecil dalam mata
uang Yahudi . Pada suatu saat, Yesus duduk menghadap peti persembahan dan
memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang persembahan kedalam
peti itu. Banyak orang kaya yang memberi uang dalam jumlah besar kedalam kotak
itu, tetapi kemudian diantara banyak orang kaya yang memberi dalam jumlah besar,
ada seorang janda miskin yang memberi dengan jumlah hanya dua peser, yaitu satu
duit. Yang menarik perhatian dalam kisah ini, adalah Tuhan Yesus justru memanggil
murid-murid-Nya dan mengatakan kepada mereka bahwa janda miskin ini telah
memberi yang terbanyak dibanding yang lainnya. Cara pandang Tuhan Yesus sangat
berbeda dengan cara pandang dunia. Dunia melihat jumlah, melihat tampilan luar,
tetapi Tuhan melihat sampai ke dalam hati seseorang. Mengapa Tuhan Yesus
memuji persembahan janda miskin ini? Mengapa persembahan janda miskin ini yang
berkenan kepada Allah? Jawabannya adalah karena ia memberi yang terbaik yang ia
miliki. Ada unsur totalitas didalamnya. Inilah persembahan yang harum bagi Allah.
Melalui Firman Tuhan hari ini, kita belajar tentang persembahan yang berkenan
kepada Allah yaitu persembahan yang dilakukan dengan sepenuh hati. Bagaimana
dengan persembahan kita?