Kamis, 18 September 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI KAMIS 18 SEPTEMBER 2014 LUKAS 23:33-43



     DIE FOR SIN

Pertanyaan Renungan:

1. Perkataan apa yang Yesus ucapkan pertama kali menjelang detik-detik
kematiaan-Nya? (@ 34)

2. Perkataan apa yang di ucapkan penjahat sebelah kanan kepada Yesus? (@ 42)

Pengajaran:


Yesus disalib bersama dengan dua orang penjahat, yang satu disebelah kiri dan yang
satu lagi disebelah kanan. Tiga orang ini sama-sama mati. Meski demikian, ketiganya
memiliki sebutan yang berbeda dalam kematian mereka. Mengutip tulisan Pdt.
Stephen Tong dalam bukunya “KRISTUS MENELAN KUASA MAUT” ketiga sosok ini
memiliki sebutan sebagai berikut: Yang satu (Die in sin). Yang tengah (Die for sin).
Yang satu lagi (Die to sin). Inilah perbedaannya: penjahat yang satu mati dalam
dosa, Yesus yang ditengah mati untuk orang berdosa, dan penjahat yang satu lagi
mati terhadap dosa. Dimanakah posisi kita sekarang ini? Apakah kita seperti
penjahat yang mati dalam dosa, ataukah kita seperti penjahat yang dalam detikdetik
terakhir mengalami pengampunan dan bersama Kristus di Firdaus (@ 43). Tentu
saja kita berharap seperti penjahat yang diampuni dosanya. Ketika kita diampuni
maka kita mati terhadap dosa (Die to sin). Yang perlu kita ketahui adalah, bahwa
kita bisa mati terhadap dosa karena ada satu pribadi yang rela mati untuk orang
berdosa (Die for sin). Kematian Yesus sungguh mengubah sejarah hidup manusia.
Setiap manusia yang berjalan dalam kegelapan dan menuju kebinasaan kini
mendapat terang dan berjalan menuju hidup yang kekal. Kematian Yesus mengubah
“Mati didalam dosa menjadi mati terhadap dosa. Ambillah keputusan dan
komitmen yang baru untuk mati terhadap dosa, yaitu dengan membuang dan
meninggalkan setiap kehidupan atau perilaku kita yang lama. Pengorbanan Yesus
menjadi tidak berarti ketika kita tidak bertobat. Hanya dengan membuat keputusan
mati terhadap dosa, maka kita menghargai pengorbanan Kristus di atas kayu salib

Rabu, 17 September 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI RABU 17 SEPTEMBER 2014 YOHANES 4:1-42


   ANDA MENULAR!

Pertanyaan Renungan:

1. Pencerahan apa yang Yesus berikan kepada perempuan Samaria? (YOH 4:22-24)

2. Setelah mendengar pencerahan itu, apa yang dilakukan oleh perempuan
Samaria? (YOH 4:28-30)

Pengajaran:


Selain penyakit, ternyata emosi pun bisa menular. Ketika seseorang memalingkan
mukanya dari kita, biasanya kita akan sakit hati dan tersinggung. Emosi yang salah
itu bisa terbawa saat kita berjumpa dengan orang lain. Sudah menjadi
kecenderungan manusia, ketika dia menerima perlakuan yang buruk, maka dia pun
cenderung ikut memperlakukan orang lain dengan perlakuan yang buruk juga. Begitu pula sebaliknya, saat kita melihat seseorang datang dengan muka berseri-seri,
secara tidak sadar kita pun menjadi turut merasakan sukacita itu. Lalu, kita pun
berbagi sukacita kepada orang lain. Tahukah anda, bahwa hidup itu saling menulari
satu dengan yang lain. Saya tidak bisa membayangkan seandainya hal-hal negatif
yang justru kita tularkan. Tentu saja, itu akan menjadi efek berantai dan
mempengaruhi orang lain dalam jumlah lebih banyak lagi. Benarlah sebuah
kalimat bijak yang berkata bahwa “Sebuah perubahan diawali dari diri kita sendiri”.
Ketika kita berubah, maka orang yang ada di sekitar kita pun turut berubah.
Perubahan mereka akan mengubah orang lain dalam jangkauan yang lebih luas lagi.
Bacaan kita hari ini menunjukkan bahwa perempuan Samaria yang mengalami
perubahan setelah berjumpa dengan Yesus memiliki efek berantai yang begitu
dahsyat. Perubahan dalam hidupnya menular. Bukan hanya dia saja tapi banyak
orang Samaria di kota itu berubah karena perkataan dan kesaksian perempuan itu.
Dari kehidupan perempuan Samaria kita belajar satu hal, perubahan harus diawali
dari kita lebih dulu.

Selasa, 16 September 2014

ALBUM MP3 MIKE MOHEDE KEMENANGANKU

ALBUM MP3 MIKE MOHEDE KEMENANGANKU
lagu ini hanya untuk preview/promo saja.
jika anda menyukai lagunya, silahkan beli lagu originalnya di website resmi atau beli CD aslinya di CD Store terdekat di kota anda untuk menghargai karya Para Musisi Gerejawi, sehingga mereka tetap bisa berkarya demi Kemuliaan Nama Tuhan.
Untuk kalangan sendiri.not for copy and sale

pswd : gbi gihon

                   download[4]

FIRMAN TUHAN HARI INI SELASA 16 SEPTEMBER 2014 YOHANES 2:1-11


   HAL BIASA, CARA LUAR BIASA

Pertanyaan Renungan:

1. Kebenaran apa yang sdr tangkap dari bacaan Yohanes 2:1-11?

2. Mengapa Yesus membuat air menjadi anggur di pesta perkawinan itu? (YOH 2:11)

Pengajaran:


Membuat hal biasa menjadi luar biasa? Yesus pernah melakukannya. Perjamuan
kawin adalah hal yang biasa terjadi dimanapun, termasuk di Israel. Adat istiadat
pada zaman itu, setiap pesta perjamuan kawin selalu menghidangkan anggur yang
baik dulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik. Namun Yesus
membuat perjamuan kawin di Kana menjadi istimewa, berbeda dan luar biasa.
Kerena apa? Di perjamuam kawin itu Yesus mengubah air menjadi anggur, mujizat-
Nya yang pertama sebagai tanda (bukti) akan kuasa-Nya. Para tamu yang hadir
mengakui, perhikahan itu beda, karena anggur terbaik justru disajikan terakhir. Dan
luar biasanya, anggur itu adalah karya (mujizat) dari Tuhan Yesus.
Pertanyaannya, sudahkah kita membuat hal yang biasa terjadi dalam hidup kita
menjadi luar biasa? Pekerjaan kita mungkin tampak biasa, tapi kita bisa
menjadikannya luar biasa jika kita melakukannya untuk sesuatu yang kekal (YOH
6:27), bahkan melakukannya seperti untuk Tuhan (KOL 3:23). Dalam bersosialisasi,
kita mungkin bukan orang pintar bicara atau mengambil hati orang. Namun, kita bisa
melakukannya dengan luar biasa, seperti menjadi sosok yang tidak mudah marah,
mau mendengarkan (YAK 1:19) dan setia setiap waktu (AMS 17:17). Setiap hari kita
berhubungan dengan hal-hal yang biasa, tapi maukah kita melakukannya dengan cara
yang luar biasa? Mari, buatlah hal yang biasa menjadi tampak begitu berbeda