Selasa, 10 Juni 2014

ARTIKEL ROHANI KRISTEN BERDOA SATU JAM MEMBAWA PERUBAHAN BESAR

   
     Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku”  (MAT 26:40)


Ayat di atas menceritakan bagaimana Yesus mengajak ke tiga orang murid-Nya ke Taman Getsemani untuk berdoa. Yesus tahu bahwa Dia akan mengalami penderitaan yang begitu berat dan sadis di atas kayu salib. Oleh karena itu Dia pergi ke taman Getsemani untuk berdoa kepada Bapa di surga. Tetapi ketika Yesus sedang berdoa, ternyata ke tiga orang murid-Nya tertidur. Mereka tidak sanggup bertahan untuk dapat berjaga menyertai Yesus yang sedang berdoa.      Keadaan ini banyak di alami oleh umat Tuhan. Ketika mereka kurang disiplin dalam menjalankan kehidupan doa, mereka pasti mengalami kekalahan dalam menghadapi berbagai masalah, pergumulan dan tantangan. Kehidupan doa sangatlah penting! Ada kuasa yang bekerja melalui doa. Melalui doa, ada sesuatu terjadi dalam hidup kita.

Apa yang kita dapatkan ketika kita disiplin dalam berdoa?




I.    MENJADI KUAT

“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh dalam pencobaan: roh memang penurut tetapi daging lemah”  (MAT 26:41).

Tuhan Yesus mengingatkan murid-Nya bahwa manusia mempunyai kelemahan dalam hal kedagingan. Oleh karena itu Dia menyarankan murid-murid-Nya untuk berjaga-jaga di dalam doa, agar memperoleh kekuatan dalam menghadapi segala kelemahan.

Di tengah kemajuan teknologi pada saat ini, banyak kenikmatan yang tersedia. Umat Tuhan harus senantiasa berdoa di dalam Tuhan Yesus agar dapat kuat dalam menghadapi berbagai cobaan dan godaan yang datang. Keinginan daging akan begitu kuat menguasai hidup kita jika kita tidak membangun kehidupan doa yang konsisten. Melalui doa kita akan mendapat kekuatan untuk menolak segala keinginan daging yang ingin menguasai hidup kita. Melalui doa kita juga akan mendapat kemampuan untuk menjalani hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan.


I.     MAMPU MENJALANI KEHENDAK BAPA.

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, katanya: “Ya Bapa-Ku jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”  (MAT 26:39).

Yesus tahu bahwa penderitaan yang akan dijalani bukanlah penderitaan biasa. Menjalani penyaliban merupakan tugas paling berat di atas muka bumi ini. Sebagai manusia, Dia menyadari bahwa Dia sendiri tak kuasa untuk menjalani penderitaan tsb. Bahkan Dia meminta kepada Bapa di surga untuk melalukan semuanya itu jika mungkin. Tetapi Yesus tahu bahwa Bapa di surga menghendaki agar Dia menjalani semuanya itu. Melalui doa, Yesus mendapat kekuatan untuk menjalani dengan sempurna

Ketika kita menghadapi suatu pergumulan yang sangat berat sekalipun, ada satu hal yang harus kita lakukan, datang pada-Nya dan sujud berdoa di bawah kaki-Nya. Tuhan akan memberikan kekuatan yang luar biasa (kekuatan supranatural yang tidak kasat mata), sehingga kita sanggup melalui (menjalani) semua pergumulan yang ada. Bahkan kita akan menjalaninya sampai kita meraih kemenangan sebagaimana Yesus meraih kemenangan ketika Dia melaksanakan tugas dan kehendak Bapa yakni mati di kayu salib, bangkit pada hari ke tiga dan naik ke surga duduk disebelah kanan Allah Bapa

Melalui doa, kita akan sanggup melakukan kehendak Bapa dalam hidup kita. Segala rencana-Nya digenapi dalam hidup kita jika datang sujud berdoa kepada-Nya

Marilah kita mulai mendisiplinkan diri untuk datang kepada-Nya, sujud berdoa kepada-Nya hari demi hari agar kita memperoleh kekuatan dan kemampuan untuk melakukan kehendak-nya. Kemenangan, kemuliaan dan kehormatan telah tersedia bagi setiap kita yang mau datang merendahkan diri di bawah kaki-Nya. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More