Minggu, 11 Mei 2014

ARTIKEL ROHANI “ADA KEKUATAN DI DALAM BADAI “



      Tidak ada seorang manusiapun yang akan lepas dari yang namanya badai kehidupan. Suka atau tidak suka setiap orang pasti mengalaminya. Apakah dia miskin maupun kaya, umat Tuhan ataupun bukan semuanya pasti mengalaminya. Sama seperti badai tidak memilih-milih sasarannya dibumi demikian juga badai kehidupan tidak akan memilih-milih sasarannya. Kita sering melihat di TV, daerah-daerah yang dilanda badai biasanya banyak mengalami kehancuran. Namun pernahkah sdr perhatikan, diantara bangunan-bangunan yang hancur pasti ada beberapa yang tidak? Lalu yang menjadi pertanyaan, kenapa ada rumah yang hancur dan kenapa ada ada pula yang bertahan. Jawabannya adalah, rumah yang bertahan dibangun dengan pondasi yang kuat sementara rumah yang hancur dibangun dengan pondasi yang lemah.


Demikian halnya dengan kehidupan rohani. Orang Kristen yang dibangun diatas pondasi yang kuat (dibangun diatas batu yang kokoh) tidak akan hancur menghadapi badai. Tetapi sebaliknya, orang Kristen yang kehidupannya dibangun diatas pasir akan hancur. Yang dimaksud membangun diatas batu adalah orang yang mendengarkan dan melakukan Firman Tuhan. Sementara orang yang membangun diatas pasir adalah orang yang mendengarkan Firman namun tidak melakukannya (MAT 7:24-27).      Lalu yang menjadi pertanyaan, mengapa harus ada badai?
     
1). UNTUK MEMBUKTIKAN APAKAH SESEORANNG ITU HIDUP DALAM FIRMAN TUHAN ATAU TIDAK

Dengan badai akan teruji siapa yang benar-benar hidup dan tinggal dalam Firman Tuhan dan siapa yang tidak. Orang yang senantiasa hidup dalam Firman akan senantiasa teguh berdiri karena ia mengerti akan maksud Tuhan dan ia juga mengerti bahwa badai yang di alaminya itu tidak akan melebihi kekutannya seperti apa kata (1KOR 10:13...Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu IA tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai IA akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya). Orang yang hidup dalam Firman Tuhan adalah orang yang menanti-nantikan dan menaruh harapannya hanya pada Tuhan. Orang seperti ini tidak akan pernah lelah mengikuti Tuhan. Alkitab mencatat orang seperti ini di umpamakan seperti burung rajawali (YES 40:31...Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah). Burung rajawali adalah jenis burung yang unik,
 karena burung ini tidak pernah takut badai. Kalau burung jenis lain akan sembunyi (menghindar) dari badai. Bagi burung rajawali, badai tidak membuatnya hancur dan hilang, justru badai membuatnya terbang semakin tinggi dan semakin jauh. Saudaraku, suka atau tidak suka, suatu saat kita pasti akan menghadapi badai itu. Seperti halnya burung rajawali, mari jadikan badai itu sebagai sarana untuk meningkatkan hidup kerohanian yang semakin tinggi

2). UNTUK MEMBUKTIKAN APAKAH KITA KRISTEN SEKAM ATAU BUKAN

(AYUB 21:18......Mereka akan menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai). Sekam adalah kulit dari padi-padian. Sekam hampir tidak memiliki bobot karena telah kehilangan bulir padanya, itulah sebabnya sekam dengan mudah di tiup angin. Kristen sekam adalah kehidupan yang tidak memiliki bobot kerohanian. Itulah sebabnya ketika ada angin terlebih badai, ia akan terbang dan hilang bersama badai tsb. Oleh sebab itu mari kita perhatikan hidup kita. Apakah kita punya bobot rohani atau tidak. Badai kehidupan akan membuktikan itu. Jika kita adalah Kristen yang memiliki bobot, maka badai tidak akan pernah bisa menerbangkan kita. Tetapi sebaliknya jika kita adalah Kristen yang tidak memiliki bobot rohani (Kristen sekam) maka ketika badai kehidupan datang, kita akan hilang bersama badai itu.

Oleh sebab itu, jika saudara dan saya ingin kuat menghadapi badai, hiduplah dalam Firman Tuhan dan milikilah bobot rohani itu. Maka ketika badai datang, saudara dan saya akan seperti burung rajawali yang terus terbang tinggi. Yakinlah, dalam pengiringan kepada Kristus, kita akan senantiasa mendapat kekuatan baru. Berlari tidak menjadi lesu, berjalan dan tidak menjadi lelah.


Disadur dari Artikel Kristen

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More