Selasa, 30 Desember 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI SELASA 30 DESEMBER 2014 EFESUS 4:17-32


  MENGUMPAT

Rhema apa yang saudara dapat dari bacaan di atas:
1. ...................................................................................................
2. ..................................................................................................

Pengajaran:



Ketika sedang mengalami keadaan yang tidak menyenangkan, khususnya yang terjadi
secara tiba-tiba, tidak sedikit orang yang mengumpat, mencaci maki (mengeluarkan
kata-kata) yang tidak pantas. Beberapa orang menganggap hal itu wajar sebagai
akspresi kekesalan dan rasa terkejut mereka. Kejengkelan yang diungkapkan dalam
bentuk umpatan bahkan menjadi gaya hidup sehari-hari. Kalau boleh jujur, pada
saat seseorang mengumpat, pada saat itulah tejadi ketidak adilan. Sang pungumpat,
setelah mengumpat lalu melupakan segalanya, namun yang diumpat akan merasakaN ketidaknyamanan selama berhari-hari, sebagian orang malah merasakannya selama
berminggu-mingggu bahkan berbulan-bulan. Kata umpatan itu akan menyakiti orang
yang di umpat jauh melebihi apa yang dapat kita pikirkan. Sebagai orang
percaya, bagaimana kita harus bersikap? Kitab Suci memperingatkan agar kita
berhati-hati terhadap penggunaan bahasa untuk tujuan yang jahat. Kitab suci
dengan jelas menyebutkan, kata-kata kotor (KOL 3:8) sama dengan percabulan
(EF 5:3). Alkitab bahkan menghardik “perkataan yang kotor, yang kosong, atau
yang sembrono” atau kata-kata yang dungu atau pandir (EF 5:4). Mengumpat
adalah hal yang sangat buruk bahkan bisa dikatakan tindakan tidak beradap
karena selalu mengarah ke perbantahan, permusuhan dan tindakan kekerasan.
Alkitab memberi penggarisan, “Orang yang berpengetahuan menahan
perkataannya” (AMS 17:27)......”Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh
kasih” (KOL 4:6). Bagaimana dengan kita?.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More