Senin, 24 Februari 2014

ARTIKEL ROHANI FOKUS PADA KELUARGA

 
    Seorang kepala keluarga  yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya

1Timotius 3:4




Di daerah Wretang propinsi Shandong China, seorang istri tanpa berpikir panjang membakar toko ponsel milik suaminya karena menolak untuk diceraikan. Wanita bernama Wang yang berusia 37 tahun tsb merasa hubungan rumah tangganya mulai retak ketika suaminya jarang pulang ke rumah dan terlalu sibuk mengurus pekerjaan. Sebenarnya pasangan ini sukses dalam bisnis ponselnya, namun itu semua tidak membuat hubungan rumah tangganya semakin mesra. Kecewa dengan hal itu Wang pun membakar toko ponsel suaminya yang berisi 400 ponsel seharga seharga 378 juta rupiah.      Seharusnya keberhasilan seorang suami adalah keberhasilan istri juga. Entah itu dalam bisnis, karier atau pelayanan. Keberhasilan kita dalam menjalankan bisnis atau meniti karier seharusnya mendatangkan kebahagiaan didalam diri kita maupun bagi keluarga kita. Namun kerap kali yang terjadi justru sebaliknya. Semakin sukses kita dalam pekerjaan, semakin parah keadaan rumah tangga dan keluarga kita. Ini bisa terjadi karena tidak ada keseimbangan. Kita begitu banyak menghabiskan waktu dan perhatian didalam pekerjaan sehingga melupakan rumah tangga maupun keluarga yang menjadi tanggung jawab kita.      Tak jarang kalau pasangan kita atau anak-anak kita menjadi “cemburu” dengan  pekerjaan kita. Hal itu terjadi karena bagi kita bisnis ataupun karier sudah seperti “istri kedua” bagi kita. Demikian juga anak-anak akan merasa tidak merasa diperhatikan, meskipun berulangkali kita berkata bahwa semua pekerjaan yang kita upayakan adalah untuk membahagiakan keluarga. Sudahkah kita memiliki fokus kepada keluarga kita disamping kita sedang menata karier (pekerjaan)? Ingatlah bahwa kesuksesan sebesar apapun yang kita dapatkan dalam pekerjaan tidak akan pernah berguna jika tidak di imbangi dengan kebahagiaan dalam keluarga. Fokus pada keluarga adalah prioritas utama kita, baru setelah itu kita urus karier (pekerjaan) kita.

Fokus pada keluarga adalah pekerjaan utama

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More