Sabtu, 15 Februari 2014

ARTIKEL ROHANI TANPA KEPEDULIAN

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah
seorang yang paling ini, kamu tidak melakukannya untuk Aku

Matius 25:45





Sekarang ini memang zamannya teknologi komunikasi berkembang pesat. Dimanamana
keberadaan gadget cangih makin populer dan makin banyak orang
memilikinya. Media sosial bahkan juga sudah menjadi kebutuhan. Tapi apakah hal itu
benar-benar dibarengi dengan makin berkembangnya hubungan sosial kita?
Nyatanya, justru sebaliknya. Banyak orang justru lebih dekat dan intens menjalin
komunikasi dengan sesama pengguna smartphone merek A atau B atau dengan
sesama pemilik akun di situs C atau D daripada dengan mereka yang benar-benar
kenal di dunia nyata.
Ironisnya, hal yang sama juga tanpa sadar telah terjadi dikalangan orang Kristen
sendiri. Rekan saya sesama hamba Tuhan ikut bergabung disatu komunitas Kristen di
internet dengan anggota yang cukup banyak. Dan jujur, cukup memprihatinkan saat
dia berkata bahwa banyak anggota komunitas itu mengaku merasa lebih nyaman
berekspresi dan mengeluarkan segala unek-uneknya dikomunikas online tsb daripada
di gereja lokal mereka masing-masing. Bayangkan, jika dengan sesama Kristen saja
ternyata ketidakpedulian sudah sangat tinggi. Bagaimanakah gereja atau orangorang
Kristen pada umumnya bisa menjadi terang bagi mereka yang belum percaya?
(Mat 5:16).
Firman Tuhan hari ini sangat tegas mengingatkan kita akan hal ini. Kadang kita
sering terlalu sibuk melayani Allah sehingga lupa melayani manusia. Padahal saat
kita melayani sesama terutama yang paling hina, paling miskin dan paling sengsara,
itupun hukumnya sama dengan melayani Tuhan (MAT 25:45). Namun di zaman ketika
dunia ini butuh kasih dan kepedulian, kadang kita justru makin mempertinggi
tembok pembatas alias tidak pedili dengan mereka yang membutuhkan perhatian
kita. Renungan hari ini mungkin cukup keras, tetapi biarlah ini bisa menyadarkan
kita kembali bahwa masih ada orang miskin, susah, menderita, butuh bantuan,
bahkan masih banyak orang-orang jahat, orang-orang terbuang disekitar kita yang
harus mendengar kabar Injil. Itu berarti tugas kitalah untuk membantu mereka
bangkit kembali melalui penginjilan hubungan yang kita lakukan. Jangan sampai
kepedulian dan kasih kita bergema hanya diruang gereja saja.
Kepedulian dan kasih kita harus dirasakan hingga di luar tembok gereja

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More