Sabtu, 11 Oktober 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI SABTU 11 OKTOBER 2014 1 TIMOTIUS 1:12-14, MAZMUR 30:1-6


   KESAKSIAN PRIBADI

Pertanyaan Renungan:

1. Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kesaksian Paulus di 1TIM 1:12-14?

2. Apa yang pemazmur teladankan buat kita di MAZ 30:5??

Pengajaran:


Ayat-ayat tsb diatas adalah kesaksian pribadi tentang apa yang telah Tuhan lakukan
dalam hidup Paulus. Kesaksiannya dimulai dengan mengucap terima kasih kepada
Tuhan sehingga dia bisa bersaksi kepada orang-orang sezamannya bahkan kepada
kita sekarang ini. Paulus menyadari bahwa dirinya tidak layak akan tugas ini dan
menyebutkan daftar dosanya kepada gereja Tuhan pada saat itu dan masa kini. Dia
adalah seorang penghujat, orang yang berkata-kata jahat terhadap Tuhan dan
Firman-Nya. Dia berkampanye melawan gereja, melukai orang-orang percaya secara
fisik dan memenjarakan mereka (@ 13, KIS 9:1, KIS 8:3). Mungkin Paulus
mengakibatkan kerusakan terhadap gereja lebih daripada siapun pada masa itu.
Mengenai kebenaran, Paulus seringkali menyatakan dukacita yang mendalam karena
telah menganiaya gereja (1KOR 15:9, GAL1:13). Pertobatan sejati membuat
seseorang berdukacita atas dosa-dosanya dimasa lalu. Rasul Paulus menyatakan
sukacita atas kasih karunia Tuhan sebab dia sebelumnya adalah seorang tidak
percaya. Ini merupakan kesaksian dirinya yang telah diselamatkan, ketika ia masih
merupakan musuh Tuhan, tanpa pengharapan, tetapi Tuhan telah menujukkan kasih
karunia-Nya kepadanya (ROM 5:6). Sebagai hasil kasih karunia Tuhan kepada kita
orang percaya, iman dan kasih menjadi ciri kehidupan kita. Iman kita adalah
kekuatan hidup untuk menggarami dunia dengan kasih. Karena iman dan kasih
berasal dari Kristus, maka iman dan kasih ini menjadi milik kita ketika kita
menerima DIA. Iman dan kasih ini harus bekerja didalam kita sebagaimana didalam
Kristus (FIL 2:5-8). Seperti Paulus, kita adalah orang berdosa yang telah
diselamatkan oleh “kasih karunia Tuhan” dari perbudakan (kutuk) dosa dan tak
memiliki pengharapan. Kiranya kita tidak pernah melupakan kebenaran ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More