Selasa, 07 Oktober 2014

FIRMAN TUHAN HARI INI SELASA 7 OKTOBER 2014 1 TIMOTIUS 1:2, TITUS 3:8


     KASIH KARUNIA, RAHMAT DAN DAMAI SEJAHTERA

Pertanyaan Renungan:

1. Siapakah anak rohani Paulus? (1TIM 1:2)

2. Karna iman kepada Yesus Kristus, kita hidup dalam kasih karunia, rahmat dan
damai sejahtera. Apa yang harus kita lakukan setelah itu? (TIT 3:8)

Pengajaran:


Kita melihat keprihatinan Paulus, seorang hamba Tuhan yang lebih tua dan
berpengalaman terhadap Timotius, seorang yang lebih muda dan kurang
berpengalaman. Kasih dan perhatian adalah bagian yang diperlukan dalam
persekutuan di gereja, jika kita ingin melakukan pekerjaan Tuhan menurut cara yang
telah ditetapkan-Nya bagi kita. Paulus memberikan salam yang kemudian menjadi
salam dan berkat yang umum di antara orang Kristen mula-mula. Kasih karunia,
rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita,
menyertai engkau (@ 2). Kasih karunia berbicara tentang kasih Allah yang
menolong kita dalam kesesakan, menguatkan kita untuk hidup bagi DIA, yaitu kasih
karunia yang memampukan orang lemah untuk melayani Tuhan. Orang Kristen yang
belajar dan mengerti kasih karunia Allah yang tanpa akhir dan yang menguatkan,
bisa hidup dengan sukacita walaupun menghadapi kesulitan (2KOR 12:9). Karena
kasih karunia-Nya, maka Tuhan mengutus Sang Juru selamat untuk mati, ketika kita
masih merupakan musuh dan terasing dari Tuhan (ROM 5:6-10). Dan lewat rahmat
Tuhan, kita dipelihara dan diampuni ketika kita jatuh dalam dosa (EF 2:4-5). Dengan
rahmat yang sama ini suatu hari kita akan melihat hasil akhir dari keselamatan kita
yang mulia (1PET 1:3-5). Dunia mencari kemakmuran, umur panjang dan
kesehatan yang baik. Intinya, semua orang mencari dan merindukan hidup yang
damai. Namun damai sejatera sejati, ketenangan batin yang memberikan
kenyamanan dan kepuasan dalam hidup sehari-hari bukanlah datang dari hal-hal
yang bersifat jasmani, melainkan datang dari rahmat dan kasih karunia Tuhan ketika
kita memiliki hubungan yang benar dengan DIA (YOH 14:27). Akhir dari salam
Kristen ini mengigatkan kita bahwa damai sejahtera tidak akan pernah datang
kepada manusia jika Allah tidak mengutus anak-Nya untuk mati bagi kita. Kasih-Nya
yang besar yang telah menyelamatkan kita dari konsekuensi dosa dan memberikan
kita hidup yang kekal.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More