Rabu, 18 September 2013

FIRMAN TUHAN HARI INI RABU 18 SEPTEMBER 2013 WASPADA TERHADAP HARTAMU

MEMBACA, MERENUNGKAN, MELAKUKAN DAN MEMBAGIKAN

Lukas 12 : 13 – 21.

     Pertanyaan Renungan:




1.     Apakah yang harus diwaspadai oleh orang-orang Kristen?(@15a). Mengapa(@15b)

2.     Apa Firman Tuhan kepada orang yang tidak berwaspada? (@20). Mengapa (@21)

3.     Sudahkah anda berjaga-jaga dan waspada terhadap ketamakan? Apa alasannya?

Pengajaran:

Pada suatu pagi seorang pemilik perkebunan ingin berolah raga sambil memeriksa kebun kelapanya. Dia menuju perkebunannya sambil berjoging menempuh perjalanan yang cukup jauh dari rumahnya. Dalam keadaan lelah dan haus, terbayang betapa nikmatnya air kelapa muda. Tetapi untuk mendapatkan kelapa muda itu tentu harus ada orang yang memanjat dan memetik buahnya. Untuk mengundang pembantu rumahnya, sudah cukup jauh. Kalau minta bantuan orang lain di sekitar perkebunan itu harus memberi upah. Sayang rasanya harus mengeluarkan uang demi sebutir kelapa saja. Karena itu diputuskannya untuk memanjat pohon kelapanya sendiri.
Begitu sampai diatas, dipetiknya sebuah kelapa dan buuk! Dijatuhkannya ke tanah, ia mengamati tempat jatuhnya kelapa muda itu, hatinya berdesir ketakutan. Sebab kelapa muda itu ternyata pecah. Hal ini berarti cukup tinggi ia telah memanjat pohon kelapa itu. Terpikir oleh pengusaha itu, kalau ia yang jatuh. Hiii... ngeri sekali, pasti kepalanya pecah juga seperti buah kelapa itu. Dalam ketakutannya ia berdoa demikian: “Tuhan, jikalau engkau menolong saya hingga saya selamat sampai di bawah, saya akan... mempersiapkan seekor kerbau untuk gereja.” Demikianlah ia mulai pelan-pelan turun setapak. Bagitu ia sudah dekat ke tanah hatinya mulai bimbang. “Kerbau, kerbau, ah... terlalu mahal harganya,” pikirnya. Lalu, ia berseru dalam doanya lagi: “Tuhan hamba keliru tadi. Yang hamba maksudkan bukan kerbau, melainkan kambing yang akan hamba persembahkan untuk gereja-Mu.” Sementara dia terus turun, ternyata tinggal satu meter di atas tanah. “Ah...kambing? Kenapa begitu bodoh aku ini berjanji kepada Tuhan.” Pengusaha perkebunan yang kikir itu akhirnya menemukan akal bulusnya. Lalu ia cepat menjatuhkan dirinya dari kitinggian yang tidak lebih dari semeter itu. “Aduh...Tuhan, ternyata hamba-Mu jatuh dan tidak selamat sampai di tanah, jadi nazarnya kubatalkan!” (Secangkir Sup Bagi Jiwa Anda #1).
Betapa sering kita menghemat harta kita untuk memberi kepada Tuhan? Yesus telah memberi peringatan terhadap hal ini dalam Lukas 12:15, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More