Senin, 28 Oktober 2013

ARTIKEL ROHANI “BERUBAH DARI KEBIASAAN”

    Keluaran 14:22

“Demikianlah orang Israel berjalan di tengah-tengah laut di tempat kering ....”



Pernahkah anda memperhatikan seekor elang? Ada keunikan dari hewan ini. Bila anda menempatkan seekor elang dalam sangkar berukuran 1,8 X 2,4 dan atasnya sama sekali terbuka, burung tsb walaupun mampu terbang, ia akan tetap tinggal dalam kurungan. Mengapa? Sebelum memulai terbang, seekor elang harus berlari lebih dulu sejauh 3 sampai 5 meter. Tanpa ruang untuk berlari (memang menjadi kebiasaannya), ia tidak akan berusaha sedikitpun untuk terbang.
Seekor elang yang kita anggap sebagai burung yang kuat dan hebat karena kemampuan terbangnya membelah angkasa, tetapi dalam sekejap menjadi begitu lemah dalam sebuah sangkar yang kecil bahkan tanpa penutup diatasnya. Bukankah ini sebuah hal yang aneh?. Kebiasaan lamalah yang begitu kuat terpateri dalam hidupnya, sehingga ia selalu menunduk ke bawah dan tidak pernah menatap ke atas untuk terbang. Jadi saat terkurung, ia putus asa, pasrah dan percaya bahwa dirinya tidak akan terbebas sekalipun ada jalan keluar keatas.

Disadari atau tidak, hidup orang Kristen seringkali juga demikian. Dalam banyak hal, seringkali kita lebih suka untuk bergumul dengan masalah-masalah dan keputus asaan kita dan tidak pernah sadar bahwa apa yang kita butuhkan sebenarnya adalah memandang ke atas!. Itulah yang terjadi dengan hidup bangsa Israel. Ketika mereka semua terkepung dan tanpa jalan keluar, hanya satu yang mereka lakukan, putus asa, menggerutu dan percaya bahwa hidup mereka terkurung. Pikiran mereka telah lama terbelenggu dengan sikon Mesir. Mata dan pikiran mereka hanya terus menerus terarah ke Mesir. Mereka lupa satu hal, bahwa diatas mereka ada sebuah tangan yang kuat yang telah membebaskan mereka dari penindasan dan memimpin mereka pada sebuah keadaan yang terbaik. Tetapi mereka tidak percaya dan lebih suka hidup terkurung.

Kebiasaan lama perlu disingkirkan dari hidup kita. Kekayaan, kedudukan dan relasi yang baik tidak selamanya bisa menolong kita. Ketika semua jalan tertutup dan kita terkurung dalam sebuah persoalan, siapa yang kita andalkan? Yakinkah kita bahwa ketika kita menengadahkan kepala ke atas dan berseru kepada TUHAN maka DIA akan membuka jalan? Sama seperti TUHAN menolong bangsa Israel, DIA akan menolong kita juga. DIA akan “membela laut persoalan kita” sampai kita menemukan jalan keluar

“Arahkan pandangan ke atas dan berserulah kepada ALLAH!”
“Adakah yang tidak bisa dilakukan-Nya untuk menolong kita?”

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More